Diduga, Pangkalan Di Kota Dukuh Jual “Si Melon” Diatas HET

Kamis, 25 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – Warga masyarakat Desa Sukasaba Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan mahalnya harga gas Liquifield Petroleum Gas (LPG) kemasan 3 Kg. Diduga, meroketnya harga “Si Melon” tersebut, akibat adanya kelangkaan pasokan.

Informasi yang berhasil dihimpun, akibat kelangkaan tersebut, masyarakat terpaksa harus membeli dengan harga mencapai Rp. 25.000 per buahnya.

Salah satunya di Kampung Cibeureum Desa Sukasaba Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya belanja Gas LPG 3 kg ke salah satu pangkalan gas milik H. Muadi. Gas LPG isi 3 Kg, saya membeli dengan harga Rp. 20 Ribu, apabila saya yang ngambil. Berbeda kalau diantar, saya membeli Rp. 21 Ribu,” ungkap salah satu penjual LPG, Kamis, (25/04/2019).

Sementara itu, pemilik Pangkalan LPG bersubsidi H. Muadi membenarkan adanya penjualan diatas HET tersebut. Menurutnya, harga jual pangkalannya kepada masyrakat, masih jauh lebih murah di banding pangkalan- pangkalan yang lain. Seperti pangkalan H. hapid yang menjual LPG bersubsidi itu, mencapai Rp 24 Ribu bahkan sampai Rp 25 ribu per buahnya.

Baca Juga :Pleno Kecamatan Labuan Ditunda PPK : Kita Tunggu Keputusan Dari Bawaslu

“Memang betul yang dikatakan masyarakat yang membeli tabung LPG 3 kg ke pangkalan saya, seharga Rp.20 ribu. Itu diambil, kalau harus diantar, lain lagi,” jelasnya belum lama ini.

“Sebenarnya, penjualan LPG ke Kampung Cibeureum Desa Sukasaba itu, bukan kewenangan pangkalan saya. Sebetulnya itu masuk RDKK nya ke pangkalan H. Hapid. Namun, karena merasa kasihan banyak masyarakat yang datang mengeluh karna tidak kebagian LPG di pangkalan haji hapid, dan selain itu harganya yang mahal dari pangkalan saya,” pungkasnya

Pantauan dilokasi, diwilayah Kecamatan Munjul, ada 4 pemilik pangkalan LPG. Dan diduga, penjualannya melebihi harga yang sudah ditentukan pemerintah seharga Rp. 16.000 per Buah. Terlebih, menjelang Bulan Ramadhan, dipastikan harga “Si Melon” semakin meroket. (Ron/m4n).

Berita Terkait

Prof. Francisca Sestri Menjadi Dewan Penasihat Koperasi LPER (Digital)
Beri Arahan di Rapim Polri, Kapolri Tegaskan Dukung-Kawal Penuh Program Pemerintah
Dari Cikeusal untuk Indonesia, TMMD Ke-127 Hadirkan Negara dan Mengubah Kehidupan Warga Desa
Supplier Buka Suara: Harga Daging di Pasar Ciruas Tidak Sampai Rp. 145.000/kg
Pers, Aktivisme, dan Tanggung Jawab Etis di Tengah Zaman yang Berisik
PT CMMI Diduga Jual Limbah B3 Slag Secara Ilegal; Kadin Bantah Terlibat Pengurugan Proyek
Jalan Berlubang di Jalan Cikande – Rangkasbitung Diduga Menelan Korban Jiwa, Aktivis Banten Desak APH Mengusut Tuntas
Lesman Bangun: Bantuan Wagub Dimyati Jadi Pemantik Semangat Pembangunan Museum Media Siber Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:10 WIB

Prof. Francisca Sestri Menjadi Dewan Penasihat Koperasi LPER (Digital)

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:06 WIB

Beri Arahan di Rapim Polri, Kapolri Tegaskan Dukung-Kawal Penuh Program Pemerintah

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:02 WIB

Dari Cikeusal untuk Indonesia, TMMD Ke-127 Hadirkan Negara dan Mengubah Kehidupan Warga Desa

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:13 WIB

Supplier Buka Suara: Harga Daging di Pasar Ciruas Tidak Sampai Rp. 145.000/kg

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:09 WIB

Pers, Aktivisme, dan Tanggung Jawab Etis di Tengah Zaman yang Berisik

Senin, 9 Februari 2026 - 16:36 WIB

Jalan Berlubang di Jalan Cikande – Rangkasbitung Diduga Menelan Korban Jiwa, Aktivis Banten Desak APH Mengusut Tuntas

Senin, 9 Februari 2026 - 02:55 WIB

Lesman Bangun: Bantuan Wagub Dimyati Jadi Pemantik Semangat Pembangunan Museum Media Siber Indonesia

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:29 WIB

Puncak HPN 2026 di Banten Banjir Hadiah, Empat Warga Serang Berangkat Umrah Gratis

Berita Terbaru