Diduga Alami Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Lokasi Proyek BSD, Kuli Bangunan Dituduh Mencuri

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang Selatan, Banten – Seorang kuli bangunan bernama Yogi mengaku mengalami tindak penganiayaan dan intimidasi berat oleh lima orang yang diduga oknum kepolisian di lokasi pembangunan kantor PT Nusa Raya Cipta Tbk, Kawasan BSD Grand Boulevard, BSD City, Tangerang Selatan, Banten.

Peristiwa yang terjadi di tempat istirahatnya ini meninggalkan trauma, di mana ia dianiaya, dipukuli, dan diancam dengan senjata api agar mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya.

Kronologi Penganiayaan dan Intimidasi
Yogi menceritakan, insiden bermula ketika lima orang tak dikenal yang mengaku sebagai polisi tiba-tiba memasuki lokasi proyek dan mendatangi tempat istirahatnya. Tanpa peringatan, salah satu oknum langsung menodongkan senjata api ke arahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Intimidasi fisik pun terjadi. Kepala Yogi dibenturkan ke lantai kontainer, ia diringkus, dipukuli, dan dipaksa untuk mengaku. Bahkan setelah tergeletak, ia mengaku masih ditendang wajahnya.

“Kalau tidak mengaku saya akan ditembak,” kata Yogi menirukan ancaman oknum polisi tersebut.

Mendapat ancaman tersebut, Yogi menjawab, “Silakan tembak saya, saya tidak bersalah, tidak tahu apa-apa.”
Meskipun Yogi menolak untuk mengakui, oknum polisi tersebut tidak menembaknya. Namun, pemukulan tetap dilanjutkan di bagian perut dan muka hingga Yogi kembali tergeletak.

Oknum polisi itu lalu memintanya bangun, menuduhnya pura-pura pingsan, dan menanyakan tempat tinggalnya.

Selanjutnya, Yogi dibawa ke rumah kontrakannya yang tidak jauh dari lokasi kerja. Sepanjang perjalanan, ia mengaku terus mendapatkan pukulan. Setibanya di kontrakan, oknum polisi itu meminta kunci motor sambil berulang kali memukuli Yogi. “Saya tidak ada motor,” jawab Yogi.

Meskipun tidak diberikan kunci, oknum polisi tetap masuk dan menggeledah kontrakan Yogi, namun tidak menemukan barang bukti apapun yang mereka cari. Meski demikian, Oknum Polisi itu tetap mengancam dengan senjata agar Yogi mengaku pernah mencuri motor. Yogi tetap bersikukuh tidak mengaku.

Setelah dari kontrakan, Yogi dibawa berkeliling kawasan BSD. Ia kemudian dikembalikan ke area dekat tempat kerjanya, namun diturunkan di tengah jalan sebelum sampai ke lokasi proyek. Merasa tidak kuat menahan sakit, Yogi pun memilih langsung pulang ke kontrakan.

Sorotan terhadap Institusi Kepolisian
Hingga berita ini diterbitkan, identitas lima orang yang diduga oknum polisi tersebut belum terkonfirmasi oleh wartawan.

Peristiwa yang dialami oleh Yogi, seorang kuli bangunan, ini dikhawatirkan mencoreng citra institusi kepolisian.

Hal ini menjadi cerminan buruk, padahal jargon yang diusung oleh kepolisian adalah “POLRI UNTUK MASYARAKAT”.

Berita Terkait

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia
Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kang Duphes, Tokoh Aktivis, Serang, Berpulang
Sejumlah Peserta Seleksi Perangkat Desa Cimoyan Ajukan Protes Resmi, Mekanisme Seleksi Diminta Transparan dan Terbuka

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:10 WIB

Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kang Duphes, Tokoh Aktivis, Serang, Berpulang

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:33 WIB

Sejumlah Peserta Seleksi Perangkat Desa Cimoyan Ajukan Protes Resmi, Mekanisme Seleksi Diminta Transparan dan Terbuka

Berita Terbaru