Di PPK Saketi, Hasil Pleno Dipermasalahkan

0
586

Penabanten.com, PandeglangHasil Pleno penghitungan suara hasil pemungutan suara pada Gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kecamatan Saketi, menyisakan persoalan. Pasalnya, PPK Kecamatan Saketi, pada Rapat Pleno mengeluarkan dua hasil (DA1) yang berbeda. Kontan saja, dua hasil penghitungan yang berbeda itu, menuai protes dan keberatan dari beberapa Calon Legislatif (Caleg).

Seperti keberatan yang di sampaikan oleh salah satu Caleg Partai Nasdem No urut 1, Egis Ferlia Setia, SE. Saat ditemui dikediamannya, Jum’at, (26/04/19). Menurutnya, hasil keputusan Pleno yang di keluarkan PPK Saketi tidak masuk akal.

“Ada kejanggalan pada hasil penghitungan Pleno. Jadi awalnya, hasil Pleno PPK di Kecamatan Saketi, setelah di Pleno-kan, kemudian di rekap dan di tandatangani masing masing saksi, kemudian DA1 itu langsung dibagikan. Namun, selang beberapa hari, PPK Saketi melakukan perubahan hasil penghitungan. Dengan alasan, katanya ada data yang tidak tertulis,” ungkap egis.

Setelah itu, Lanjut Egis, para saksi dipanggil kembali untuk menerima DA1 hasil perubahan.

“Yang jadi permasalahan, hasil penghitungan perubahan itu, berbeda dan berubah drastis. Saya pribadi langsung mempertanyakan hal ini kepada PPK, namun seperti itu tadi alasannya,” tambahnya.

“Saya fikir, PPK saketi telah melakukan perbuatan yang gegabah. Persoalan ini, akan terus saya pertanyakan,” tegasnya.

Baca Juga : Bupati Pandeglang, Ajak masyarakat jaga kedamaian Pasca Pemilu

Terpisah, Ketua PPK Saketi, Nurjanah, mengakui soal adanya kesalahan dari pihak PPK. Karena, ada Dua TPS yang belum di input, namun DA1 sudah di print.

“Sebetulnya seperti ini, setelah pelaksanaan Pleno, setelah selesai kita berikan salinan DA1 kepada masing masing saksi. Kemudian, bebrapa jam kemudian, ada keberatan dari salah satu Caleg PBB, karena ada penulisan yang belum masuk,” sanggahnya.

Lebih lanjut Nurjanah mengatakan, setelah di cek, ternyata memang kami melakukan kesalahan print.

“Ternyata, ada Dua TPS yakni TPS 5 dan 7 di Desa Talagasari yang belum di input. Jadi intinya, sebelum di input, DA1 sudah di print tanpa terkontrol dan memang sama kita tidak terperiksa. Maklum pak, memang malam itu kita sudah sangat kelelahan, dan waktu sudah malem, “paciweuh” (Sibuk-red) banyak orang,” paparnya.

Soal adanya perubahan hasil penghitungan yang berpotensi merugikan salah satu caleg, ketua PPK mengatakan, PPK tidak ada maksud apapun, hanya kesalahn print saja.

“Tidak ada unsur apa apa, hanya permasalahan itu saja, seperti itu kronologisnya. kami tidak ada niat untuk mencurangi salah satu caleg, atau mendukung salah satu caleg tidak sama sekali. Hal ini murni kesalahaan operator belum di input sudah di print,” pungkasnya. (M4n).

Tinggalkan Balasan