Penabanten.com, Kabupaten Pandeglang – Kondisi infrastruktur jalan kabupaten di Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi urat nadi alternatif bagi masyarakat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun tanpa ada sentuhan perbaikan yang berarti. Minggu 18/01/25
Berdasarkan pantauan di lapangan akses jalan tersebut kini dipenuhi lubang besar yang menyerupai kubangan air. Hal ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dampak Nyata: Kendaraan Mogok dan Risiko Kecelakaan
Kedalaman genangan air yang menutupi lubang jalan dilaporkan mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik. Kondisi ini membuat pengendara sulit memprediksi kedalaman lubang, sehingga sering menyebabkan kendaraan terperosok atau mogok di tengah jalan.
ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT
Amin, salah seorang pengendara sepeda motor, menceritakan pengalamannya saat melintasi jalur tersebut. “Lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Pas motor masuk, langsung mati karena mesin terendam,” keluhnya.
Lumpuhnya Sektor Ekonomi Petani
Kerusakan jalan ini bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara, melainkan juga memukul sektor ekonomi warga. Desa Tegal Papak yang mayoritas penduduknya adalah petani, kini kesulitan mendistribusikan hasil panen mereka.
Warga menyebutkan bahwa biaya operasional pengangkutan hasil pertanian meningkat drastis karena kendaraan pengangkut sulit melintas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan kesejahteraan petani akan semakin merosot akibat terhambatnya rantai distribusi.
Masyarakat Desa Tegal Papak mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang maupun Pemerintah Provinsi Banten untuk segera memberikan perhatian serius. Warga berharap perbaikan jalan dilakukan secara permanen dan bukan sekadar solusi sementara.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jalan ini sangat penting bagi warga, apalagi bagi para petani untuk menyambung hidup,” ujar salah satu warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon nyata dari pihak terkait agar akses vital ini kembali layak untuk digunakan demi kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah Pandeglang.
















