Berbuat Asusila dengan Keponakan Istri, Pengusaha Limbah CV Sanpan Gemilang Diusir Warga

Rabu, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Serang – Seorang pengusaha limbah direktur CV Sanpan Gemilang, Sanda Saptaji, diduga telah diusir oleh warga Kampung Baluk, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande. Tindakan warga ini dipicu oleh dugaan perzinahan yang dilakukan Sanda dengan keponakan istrinya.

Kejadian ini berawal pada Senin malam (15/09/2025) ketika warga Kampung Baluk dan Kampung Penayagan, Desa Bandung, menggerebek kediaman Sanda Saptaji. Mereka menuntut Sanda bertanggung jawab atas dugaan pelecehan seksual dan perzinahan yang dialami oleh korban, yang berinisial Wawar (bukan nama sebenarnya). Korban diketahui adalah seorang anak yatim yang sudah tidak memiliki ayah.

Menurut sumber, kejadian ini terungkap setelah korban pulang dari sebuah hotel di Rangkas Bitung. Awalnya, korban sempat diinterogasi oleh istri Sanda dan tidak mau mengaku. Namun, setelah terus didesak, korban akhirnya mengakui bahwa kesuciannya telah direnggut oleh Sanda Saptaji.

Korban juga mengaku bahwa saat perbuatan asusila itu terjadi, Sanda merekamnya. Video di ponsel korban sudah dihapus, namun diduga masih tersimpan di ponsel Sanda. Istri Sanda yang memeriksa ponsel suaminya menemukan video tersebut, yang memicu keributan. Berdasarkan pengakuan keduanya, perbuatan itu dilakukan di sebuah hotel di daerah Rangkas Bitung.

Tanggapan Pihak Kepolisian dan Tokoh Agama
Kapolsek Cikande, Tatang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya langsung mengamankan Sanda Saptaji ke Polsek pada malam itu juga untuk mencegah amukan massa.

Tatang menjelaskan bahwa masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak korban dan keluarga pelaku. “Sebelumnya saya sudah tanyakan kepada pihak korban, kalau mau membuat laporan, kami dari Polsek Cikande siap memprosesnya,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan, pihaknya tidak bisa memproses kasus ini secara hukum karena merupakan delik aduan, yang memerlukan adanya laporan resmi dari korban. “Jika ada pelapor, kami siap menindaklanjuti laporan tersebut,” tegas Tatang.

Menanggapi kejadian ini, tokoh agama setempat, Ustad Aang dari Kampung Pasir Mindi dan Ustad Ahmad dari Kampung Teurup, berencana mengadakan pertemuan dengan tokoh agama dan ustad di Kampung Baluk. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi, mengingat hal ini adalah tanggung jawab tokoh agama untuk memusyawarahkan masalah tersebut dengan pihak korban dan keluarga pelaku.

Wartawan juga memperoleh informasi dari warga Kampung Baluk bahwa Sanda telah diusir karena dianggap telah mencemari nama baik kampung.

Dasar Hukum
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, Pasal 411 Ayat 1 menyatakan, setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang lain yang bukan suami atau istri dapat dipidana karena perzinahan dengan pidana penjara paling lama satu tahun.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyebutkan bahwa setiap orang yang mengalami, melihat, menyaksikan, atau menjadi korban tindak pidana berhak untuk membuat laporan atau pengaduan, baik secara lisan maupun tertulis.

DEWAN REDAKSI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia
Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kang Duphes, Tokoh Aktivis, Serang, Berpulang
Sejumlah Peserta Seleksi Perangkat Desa Cimoyan Ajukan Protes Resmi, Mekanisme Seleksi Diminta Transparan dan Terbuka

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:10 WIB

Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kang Duphes, Tokoh Aktivis, Serang, Berpulang

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:33 WIB

Sejumlah Peserta Seleksi Perangkat Desa Cimoyan Ajukan Protes Resmi, Mekanisme Seleksi Diminta Transparan dan Terbuka

Berita Terbaru