Aktivitas PT SLI Dihentikan Bupati Tangerang, Puluhan Karyawan Tuntut SK Dicabut

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang | – Keputusan Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, untuk menghentikan sementara aktivitas PT Sukses Logam Indonesia (SLI) yang berlokasi di Kampung Cengkok, Kecamatan Balaraja, sejak Jumat (17/10/2025), menuai protes dari puluhan karyawannya. Penghentian kegiatan ini dilakukan Bupati sebagai tindak lanjut atas laporan dan keresahan masyarakat sekitar yang merasa terdampak oleh aktivitas perusahaan.

Keputusan bupati tersebut diambil dengan alasan menjaga kondusivitas dan merespons kegaduhan yang timbul akibat keluhan warga.
Karyawan Mengadu: SK Bupati Tidak Berpihak pada Pekerja
Di sisi lain, penghentian sementara operasional PT SLI berdampak langsung pada puluhan karyawan yang kini tidak bisa bekerja. Mayoritas karyawan tersebut merupakan warga sekitar perusahaan.

Sebagai bentuk penolakan, puluhan karyawan PT SLI menggelar aksi di depan Kantor Kecamatan Balaraja pada Rabu (5/11/2025). Mereka menilai kebijakan bupati tidak mempertimbangkan nasib dan keberlangsungan hidup para pekerja.
“Kami datang ke kantor kecamatan Balaraja sebagai bentuk mengadu atas dihentikan sementara perusahaan tempat kami mencari nafkah,” ujar Abdul Hamid, salah satu perwakilan karyawan. “Kami anggap Bapak Bupati dalam memutuskan sebuah kebijakan tidak mempertimbangkan nasib kami sebagai masyarakat yang bekerja di PT SLI,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka juga menyoroti keputusan penghentian sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, padahal hasil uji emisi dari Lab DLHK Kabupaten Tangerang disebut belum keluar.
“Kami mewakili puluhan karyawan yang notabene sebagai warga Kp. Cengkok membutuhkan lapangan kerja untuk menafkahi keluarga kami. Kalau ini dilakukan pemberhentian sementara, bagaimana dengan nasib kami?” tanya Hamid.

Tuntutan: Cabut SK dan Ancaman Aksi Lanjutan

Tuntutan utama para pekerja adalah agar Bupati Tangerang mencabut Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara agar mereka dapat kembali bekerja. “Kami berharap ada win-win solution dari pertemuan ini. Alhamdulillah, kedatangan kami direspons baik oleh Pak Camat,” katanya.

Mereka meminta Camat Balaraja segera menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada Bupati. Karyawan juga mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar di Kantor Bupati bersama seluruh keluarga jika aspirasi mereka tidak mendapat titik terang dalam kurun waktu tertentu.

Respons Camat Balaraja

Camat Balaraja, Willy Patria, membenarkan adanya dialog dengan para karyawan PT SLI yang terdampak oleh keputusan bupati.
“Sebagai masyarakat, mereka datang ke kantor kecamatan Balaraja untuk menyampaikan aspirasi sebagai karyawan PT SLI yang terdampak dari pemberhentian sementara aktivitas. Ini dilakukan karena Bapak Bupati menindaklanjuti aduan masyarakat yang merasa terdampak atas aktivitas perusahaan tersebut,” jelas Willy Patria.

Camat juga menyampaikan bahwa di hari yang sama, Bupati telah melayangkan surat ke pusat lantaran segala bentuk perizinan PT SLI merupakan wewenang pemerintah pusat.

“Hasil dari pertemuan mediasi ini pasti akan kami sampaikan ke pimpinan, yakni Bapak Bupati, sebagai bentuk laporan kami,” tutup Camat.
Pihak Kecamatan berharap ada solusi terbaik bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat yang merasa terdampak.

Berita Terkait

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia
Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kang Duphes, Tokoh Aktivis, Serang, Berpulang
Sejumlah Peserta Seleksi Perangkat Desa Cimoyan Ajukan Protes Resmi, Mekanisme Seleksi Diminta Transparan dan Terbuka

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:10 WIB

Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kang Duphes, Tokoh Aktivis, Serang, Berpulang

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:33 WIB

Sejumlah Peserta Seleksi Perangkat Desa Cimoyan Ajukan Protes Resmi, Mekanisme Seleksi Diminta Transparan dan Terbuka

Berita Terbaru