Penabanten.com, Pandeglang – Pekerjaan Rigid Pavement atau yang lebih populer disebut Betonisasi yang dilaksanakan di Desa Patia Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang, tepatnya di ruas jalan Dungushaur – Pasir Jatake dikeluhkan warga masyarakat. Lantaran, pekerjaan yang dilaksanakan belum genap sebulan, sudah mengalami pecah pecah di beberapa segmen. Bukan hanya itu saja, pelaksananya pun tidak diketahui siapa.
“Kami tidak tahu siapa pelaksananya, yang jelas ini akibat lemahnya pengawasan dari dinas terkait. Hasilnya, masyarakat dirugikan dengan mutu pekerjaan seperti ini. Seharusnya, jalan seperti ini kuat digunakan bertahun tahun, ini belum Satu bulan kelar sudah banyak yang belah belah,” ujar sejumlah warga, Senin, (24/11/19).
Lebih lanjut warga meminta, agar pelaksana pekerjaan segera memperbaiki pekerjaannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perbaikilah, jangan mementingkan keuntungan pribadi saja, itu saja tuntutan kami warga Desa Patia” tuturnya.
Baca Juga : Laksanakan Tahapan Pilkades, Kecamatan Picung Gelar Tes Tulis
Terpisah, Kepala Desa Patia, Samsudin, mengaku sangat kecewa dengan mutu pekerjaan yang di kerjakan oleh pihak kontraktor. Menurutnya, pihak Desa saja, dengan anggaran terbatas, mampu melaksanakan pekerjaan yang lebih bermutu.
“Seperti yang dilihat dilokasi, seperti itu lah hasil pekerjaannya. Baru saja selesai di bangun, Betonisasi itu sudah terlihat retak-retak parah. Padahal, jalan yang baru dibangun tersebut, sama sekali belum dilewati kendaraan Roda Empat,” ujarnya.
Selain mutu yang mengecewakan, masih kata Kades Samsudin, pihak pelaksana sama sekali tidak ada kordinasi kepada pihak desa.
“Saya selaku Kepala Desa Patia beserta warga masyarakat lainnya, menuntut agar pelaksana memperbaiki pembangunan jalan tersebut. Jangan karena mencari untung yang besar, pekerjaan betonisasi dilakukan asal-asalan,” pungkasnya. (Yung/Man).








