Wagub : Pemprov Banten Sudah Terapkan Digital Government

0
351

Penabanten.com, Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menerima audiensi dari Magister Ilmu Administrasi Publik Pasca Sarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di ruang transit Wagub Banten, Pendopo, Kp3B, Curug, Kota Serang pada Kamis (24/01/2019).

Menurut Wagub Banten, digital goverment sudah diterapkan di beberapa kabupaten/ kota di Banten, termasuk Pemprov Banten. Digital goverment di Pemprov Banten diterapkan dalam pelayanan perijinan, pembayaran pajak dan retribusi, e-planning, e-budgeting dan pelaporan. Selain itu, sudah diterapkan dalam monitoring kehadiran pegawai, pengukuran kinerja pegawai, pelayanan pengaduan masyarakat, penerimaan peserta didik baru dan lain-lain. Saat ini, dikembangkan beberapa aplikasi penerapan sistem pemerintahan.
Dalam mengembangkan digital goverment ini diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai bidang IT.

“Oleh karenanya, tahun ini Pemprov Banten tengah memilah SDM-SDM potensial dan ahli di bidang IT yang masih tersebar di OPD-OPD, untuk dapat pindah ke Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten,” jelas Wagub Banten.

“Saya sudah minta Pak Kadis Kominfo agar mencari SDM-SDM di OPD yang berbakat dan minat dalam bidang IT. Karena Kominfo saat ini sangat kurang sekali SDM semacam itu, “terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Untirta menyampaikan hasil kajiannya mengenai digital government sekaligus membahasnya bersama Wagub Banten untuk dapat diaplikasikan dalam sistem tata kelola pemerintahan Pemprov Banten.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Ilmu Administrasi Publik Pasca Sarjana Untirta, Nia Kania bersama jajaran civitas dari Prodi Magister Ilmu Administrasi Publik menyampaikan paparan hasil kajian yang membahas sistem organisasi yakni pemerintahan berbasis digital di hadapan Wagub Banten.

Baca Juga : Wagub Banten Apresiasi Denpom III/4 Serang dalam mengawal program-program pemerintah

Riswanda, staf husus prodi yang menyampaikan kajian tersebut menyatakan, sistem ini cocok untuk diterapkan pada sistem tata kelola pemerintahan di Pemprov Banten.
“Perkembangan teknologi tidak bisa dipungkiri lagi pengaruhnya pada setiap sendi kehidupan. Termasuk dalam tata kelola pemerintahan, khususnya pelayanan terhadap masyarakat. Dengan sistem digital, pelayanan bisa lebih cepat, efektif dan efisien,”tutur Riswandi.
Menurut Riswandi, Pemerintahan di Banten sudah harus menerapkan digital government dan tidak lagi traditional government. Dimana birokrasi pelayanan terasa lambat dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan dan kemajuan daerah. Selain itu, pemerintahan saat ini tidak hanya harus mengatasi permasalahan masyarakat yang ada di dunia nyata, namun harus mulai merambah pada persoalan masyarakat di dunia maya.

“Kita sampaikan kajian ini barangkali bisa bermanfaat bagi tata kelola pemerintahan di Banten,”ujarnya.

Wagub Banten menyampaikan apresiasi tinggi atas hasil kajian Untirta terkait penerapan digital government.

Wagub Banten berharap, Untirta ke depan dapat memberikan bimbingan dan arahannya kepada Pemprov Banten agar dapat mewujudkan sistem pemerintahan berbasis digital. Khususnya dalam memberikan pemahaman kepada SDM di Pemprov Banten. Agar para operator OPD mampu mengintegrasikan seluruh data dalam satu sistem.

“Kalau OPD-nya paham kan, bisa membantu saya dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Pemprov Banten,”tutup Wagub.

Tinggalkan Balasan