Usai Tsunami Banten Aktivitas Jalan Sudah Bisa Digunakan

0
241

Penabanten.com, Banten – Jalan raya yang terkena dampak bencana tsunami dan gelombang pasang di Anyer, Carita, Labuan dan Tanjung Lesung saat ini sudah bisa digunakan kembali beraktivitas, Sehingga Masyatakat bisa melintas dengan aman di ruas-ruas jalan tersebut, selain itu dapat memperlancar proses penyaluran bantuan dan evaluasi korban ke posko lesehatan atau RS terdekat.

Gubernur Banten H Wahidin Halim terus memerintahkan dan memimpin langsung seluruh jajarannya di setiap Dinas/Badan guna membantu berbagai hal yg dibutuhkan di seluruh area yang terkena dampak tsunami Banten.

“Jalan yang terputus sejak terjadi Tsunami bisa kita buka kembali aksesnya, dengan menurunkan berbagai alat-alat berat, dan sekaligus kita memperbaiki agar segera bisa dilalui masyarakat,” ujar Gubernur.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Hadi Soeryadi saat ditemui di lokasi. Ia juga memastikan, jalan jalan yg ada sejak minggu malam (23/12) sudah dapat dilalui berbagai kendaraan. Menurutnya, Dinas PUPR diperintahkan Gubernur langsung dan sejak malam langsung mengirimkan alat-alat berat berupa excavator dan loader untuk membuka akses jalan di lokasi bencana.

Akses jalan langsung dibuka sehingga jalur lalu lintas relawan yang melakukan evakuasi, jalur bantuan, distribusi obat obatan dan lain lainnya dipastikan tidak mendapat kendala. Sampai dengan hari ini, pihaknya bergerak terus hingga ke arah lokasi bencana di Taman Nasional Ujung Kulon.

“Mudah-mudahan, hari ini semua akses jalan terkena dampak bencana bisa dibuka dan dipergunakan lagi, sehingga Tim.pencairan akan mudah aksesnya,” katanya.
Sebagaimana diketahui, akibat bencana tsunami dan gelombang pasang di pesisi Barat Provinsi Banten, akses jalan disepanjang kawasan wisata Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, Sumur dan Ujung Kulon tidak bias dilalui kendaraan.

Jalan cincin luar pulau jawa ini memerulkan pembukaan akses dan perbaikan sementara.
Pemprov Banten, menanggapi cepat bencana tsunami yang melanda wilayahnya, selain langsung membuka posko dan bantuan lainnya hingga secara cepat membuka jalan-jalan tersebut saat ini sudah bisa dipergunakan secara normal kembali.

Bantuan dari pemprov Banten sudah disalurkan sesaat bencana terjadi. Bantuan tersebut berupa paket sandang, pakaian anak, paket makanan, dan lain-lain. Selain itu, ke lokasi bencana di drop peralatan seperti perahu karet, tenda pengungsi, tambang, genset, kantong mayat, masker dan lain-lain. Pemprov Banten juga sejak.hari Sabtu sudah membuat posko penanggulangan bencana di lokasi-lokasi bencana, seperti Carita, Labuan, Panimbang, Anyer yang dikoordinasikan dari Posko Bencana berikut Posko Kesehatan yg telah didrop obat-obatan berikut para dokter dan tenaga medis hingga relawan kesehatan. Posko Bencana berpusat di Kantor BPBD Provinsi Banten.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Banten sampai dengan pukul 12.00 WIB tanggal 24 Desember 2018 mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut mencapai 276 orang. Sedangkan yang mengalami luka-luka sebanyak 783 orang dan 68 orang hilang, sebanyak 4.764 orang berada di pengungsian. Sementara itu, sebanyak 192 orang dalam proses evakuasi di sekitar wilayah Tanjung Lesung.

Sedangkan kerugian material mencapai 443 unit rumah, 10 unit kendaraan roda 4, 38 unit roda dua, 9 unit hotel rusak berat. Dan, disekitar wilayah Tanjung Lesung sebanyak 60 unit warung rusak berat. (Man)

Tinggalkan Balasan