penabanten.com, Tangerang – Berbagai Budaya Banten saat ini banyak diminati masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Tangerang Banten, namun tidak sedikit pula yang mengetahui siapa pelestari budaya saat ini, diantaranya budayawan Kostiawan keturunan dari Budayawan Natadipraja yang berkediaman di Desa Solear Kabupaten Tangerang.
Meski Di guyur hujan deras team tak mengurungkan niat tuk tetap sampai dikediaman budayawan Kostiawan Natadipraja, Dengan disambut senyum dan sapa ramah siempunya rumah bersama istri dan anak anaknya menjadikan awak media merasa nyaman dengan di barengi hujan deras yang tak berkesudahan.
Kepada PenaBanten Budayawan Kostiawan Natadipraja yang akrab dengan sebutan abah engkau menjelaskan bahwa dirinya merupakan salah satu pendiri sekaligus Penggagas Bumi Budaya Banten (B3) di bawah naungan lembaga Bumi Budaya Nawacita (LB3).
” akhir bulan ini para budayawan se Banten akan mengadakan sarasehan yang in sya allah akan di laksanakan di Gedung Serbaguda Tigaraksa, berharap bupati tangerang bersama bupati dan walikota se Banten beserta Gubernur Banten H Wahidin Halim berkenan menghadiri acara sarasehan yang dihadiri sekitar ribuan budayawan Banten ” tutur tegas abah engkos selaku ketua panitia sarasehan.
Baca Juga :Pj. Sekda Banten Buka Rapat Kerja Forum Pimpinan Pascasarjana BKS PTN Wilayah Barat
selain itu menurut abah Engkos saat ini dirinya telah memiliki padepokan Sinatria Sunda yang berlokasi di jalan raya Cisoka Adiyaksa kampung pasanggrahan desa solear kecamatan solear Kabupaten tangerang Banten.
Kepada media abah engkos menjelaskan semua apa yang diketahui ya tentang sejarah banten beserta semua yang diketahuinya tentang sejarah peninggalan diantaranya berbagai jenis pusaka yang hingga saat ini berada di tangan abah engkau.
Abah engkau bukan saja memperlihatkan puluhan jenis pusaka kepada awak media namun masih banyak pula pusaka sejarah yang tidak dapat diperlihatkan kepada PenaBanten. Com ” pusaka itu hanya dapat dikeluarkan dari tempatnya pada hari dan bulan tertentu saja” ungkap abah engkau.
Abah engkos mengimbau khususnya kepada para Kaula muda untuk bisa dan harus selalu mengingat tentang sejarah, sehingga nantinya mampu mengembangkan, membangkitkan budaya banten khususnya, ” dari masing masing kota kabupaten yang ada di provinsi Banten diharapkan memiliki budaya, sehingga nantinya akan menjadi sebuah aset yang diminati oleh para investor” tegas abah engkos sambil memperlihatkan puluhan pusaka keris dan golok dengan memiliki sejarah dan manfaatnya.
Abah engkos mengatakan bahwa dari sekian banyak pusaka dalam bentuk golok dan keris, ada diantaranya pusaka yang paling di tuakan dan di banggakan yaitu sebuah golok yang usianya sekitar 1020 tahun juga berupa keris-kerisnya dan tongkat yang bisa berdiri sendiri yang di namakan tongkat Naga Baturubi.
(end)