Tinggal di Gubuk Nyaris Roboh, Warga Sikluk Hanya Bisa Pasarah

- Penulis

Sabtu, 14 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comTangerang, Legok Tangerang- Sungguh miris nasib yang dialami dua bersaudara Rahmat (38) dan Yadi (36). Warga Kp. Sikluk RT 003/001 Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, tak bisa menikmati hidup dengan nyaman dan aman.

Setiap malam datang, keduanya hanya bisa pasrah tidur di gubuk berlantai tanah bealaskan tikar dengan dinding bilik bambu yang sudah ditopang tiang-tiang bambu dari kanan dan kiri karena nyaris roboh. Tak hanya keamanan, keselamatan keduanya juga terancam lantaran sewaktu-waktu gubuk bisa roboh dan menimpa keduanya.

Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, lantaran kedua kakak beradik ini sulit mendapatkan pekerjaan alias pengangguran. Meski pernah bekerja di berapa pabrik di lingkungan sekitar, namun sebagai tenaga kontrak ia harus rela diberhentikan kapan saja tanpa pesangon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya pernah bekerja di PT Jinhu, tapi karena habis kontrak ya sudah diputus begitu saja. Setelah itu saya sulit mencari kerja,” ujar Rahmat kepada jurnaldaily.co, Jumat (14/8/2021).

Menurut Rahmat rumah gubug yang dibangun orang tuanya yakni Murdaya (almarhum) belum pernah diperbaiki sejak dirinya kecil lantaran kendala ekonomi. Ia kini hanya bergantung hidup dari belas kasihan para tengangga dan keluarga terdekat saja.

Kini ia hanya berharap bantuan dari para dermawan untuk memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni ini. Jika tidak segera diperbaiki ia khawatir akan amrbuk saat angin kencang atau banjir bandang yang melandang lingkungan sekitar.

“Kemarin saja saya ngungsi ke rumah saudara karena rumahnya terendam banjir. Untuk bantuan sampai sekarang belum ada,” tuturnya.

Salah satu tokoh masyarakat Kp Sikluk Tata mengatakan, sebenarnya rumah milik Rahmat ini pernah diajukan program bedah Rumah Swadaya dari Kementerian PUPR beberapa tahun lalu. Namun karena kendala ekonomi, akhirnya bantuan dipindahkan ke warga lainya.

“Inimah harus benar-benar dibantu dari 0, soalnya kalau masuk program swadaya Rahmat sendiri tidak punya uang untuk tambah biaya swadaya. Saya berharap ada bantuan lain yang bisa membangun rumahnya secara full,” terang pria yang akbran disapa Denok ini.

Menurut Tata, memang di Kampung Sikluk sendiri masih ada beberapa rumah warga yang tidak layak huni. Untuk itu dibutuhkan kepedulian dari para dermawan, mapun dari para anggota legislatif serta eksekutif untuk membantu program bedah rumah.

“Mudah-mudahan ada yang peduli untuk membantu bedah rumah warga kurang mampu di kampung kami ini,” tandasnya.
(Tim MOI/Riska)

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru