Terlilit Hutang, Warga Kampung Pabuaran Cikeusal Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

0
133

Penabanten.com, Serang – Muhamad Hadist (37) warga Kampung Pabuaran, Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Senin (4/9/2023), ditemukan tewas gantung diri di kebun tidak jauh dari rumahnya.

Jasad pedagang ini ditemukan menggantung di pohon Bayur dengan leher terjerat tali gamis yang diikatkan pada batang pohon. Guna penyelidikan lebih lanjut, jasad korban dilarikan ke RS Bhayangkara di Kota Serang.

Kapolsek Cikeusal AKP Surono menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh Kamzah (45) kakak korban yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

“Yang pertama kali menemukan adalah Kamzah, ibu rumah tangga yang juga merupakan kakak korban,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi wartawan.

Dari hasil penyelidikan, kata Surono, sebelum ditemukan tewas gantung diri, korban sekitar pukul 09.00, diketahui Apudin (47) keluar rumah sambil membawa tali. Ketika ditanya sang kakak, korban menjawab akan mengambil singkong di kebun.

“Jadi pada saat keluar rumah, korban membawa tali. Tapi saat ditanya, korban bilang mau ambil singkong di kebun,” ujar Surono.

Karena tidak kunjung kembali, pihak keluarga kemudian menyusul ke kebun singkong namun korban tidak ditemukan. Selanjutnya, pihak keluarga mencari dengan menyisiri kebun dan menemukan korban dalam kondisi menggantung di batang pohon Bayur.

“Setelah mengetahui adiknya gantung diri, Apudin segera memberitahu tetangga dan selanjutnya melapor ke mapolsek,” terang Kapolsek.

Personil Unit Reskrim bersama Tim identifikasi Polres Serang yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan TKP. Jasad korban setelah dilakukan pemeriksaan luar, segera dilarikan ke rumah sakit.

“Untuk hasil visum atau pemeriksaan luar tubuh korban, kami masih menunggu keterangan dari dokter RS Bhayangkara,” jelasnya.

Terkait motif dari aksi gantung diri, Kapolsek mengatakan belum mengetahui dan masih diselidiki anggotanya. Namun keterangan dari pihak keluarga, korban nekad gantung diri karena terlilit hutang.

“Info dari keluarga, korban diduga stres akibat terlilit utang karena usahanya di Jakarta bangkrut,” ucapnya. (Man)

Tinggalkan Balasan