Penabanten.com, Serang – Keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman menjadi pelajaran paling berharga bagi para siswa SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas yang berpartisipasi dalam ajang bergengsi Asia World Model United Nations (AWMUN) XII tahun 2025 di Bali. Di tengah ratusan pemuda dari berbagai negara, para siswa ini tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi bertransformasi menjadi delegasi yang percaya diri menyuarakan aspirasi global.
Keikutsertaan dalam simulasi sidang PBB ini merupakan langkah konkret sekolah dalam membangun wawasan internasional para murid. Sorotan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar piagam penghargaan, melainkan perubahan mentalitas yang dirasakan langsung oleh para siswa. Atmosfer formal dan tuntutan untuk berdiplomasi di forum internasional memaksa mereka untuk menaklukkan rasa takut, terutama saat harus berbicara di depan publik.
Titik Balik Kepercayaan Diri
Bagi banyak siswa, berbicara dalam bahasa Inggris di hadapan audiens internasional adalah tantangan terbesar. Namun, status sebagai delegasi resmi sekolah memberikan dorongan moral tersendiri yang mengubah kegugupan menjadi keberanian.
Aldwindra, salah satu delegasi dari SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas, membagikan pengalaman transformatifnya saat harus menyampaikan pidato di atas panggung. Ia mengakui adanya lonjakan kepercayaan diri yang signifikan saat menghadapi tantangan tersebut.
“Jujur, awalnya saya sempat merasa insecure dengan kemampuan bahasa Inggris saya, apalagi harus berdebat dengan delegasi internasional yang sangat fasih,” ungkap Aldwindra.
“Tapi, begitu saya berdiri di atas podium dan memegang mikrofon, rasa takut itu perlahan hilang. Momen itu benar-benar mengubah saya; saya menyadari bahwa ini bukan lagi soal ‘bisa atau tidak’, tapi soal keberanian untuk mencoba. Saya merasa jauh lebih percaya diri bahwa suara saya layak didengar di panggung dunia, meski harus menyampaikannya dalam bahasa asing,” tambahnya dengan antusias.
Apresiasi dan Dukungan Sekolah
Perubahan positif yang ditunjukkan oleh para siswa ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas, Tati Ferawati, M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas keberanian para siswa dalam mengambil tantangan global ini.
“Kami sangat mendukung penuh keterlibatan siswa dalam ajang internasional seperti AWMUN. Ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan global dan karakter yang kuat,” ujar Tati Ferawati.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pengalaman langsung di lapangan adalah guru terbaik bagi para siswa.
“Melihat anak-anak kami, seperti Aldwindra dan rekan-rekannya, mampu mengatasi rasa gugup dan tampil percaya diri di hadapan delegasi asing adalah pencapaian luar biasa. Bagi kami, ini adalah bukti bahwa pendidikan karakter yang kami tanamkan berhasil. Kepercayaan diri mereka tumbuh bukan karena teori, tapi karena keberanian mereka menaklukkan panggung dunia secara langsung,” pungkasnya.
Membawa Pulang Mental Juara
Selama kegiatan berlangsung, para delegasi SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas dituntut untuk berpikir kritis mengenai isu-isu dunia terkini, menyusun kertas posisi (position paper), serta melakukan lobi dan negosiasi.
Partisipasi dalam AWMUN XII 2025 ini diharapkan menjadi fondasi karakter yang kuat. Dengan dukungan penuh dari sekolah dan pengalaman nyata di lapangan, SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas optimis dapat terus melahirkan pemimpin masa depan yang cerdas, berani, dan percaya diri.








