Penabanten.com, Jakarta – Memasuki satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sektor keamanan dan penegakan hukum mendapat apresiasi positif dari masyarakat.
Berdasarkan hasil survei nasional yang dirilis oleh Tempo Data Science, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo muncul sebagai pejabat paling populer sekaligus memiliki rapor kinerja yang solid di mata publik.
Dalam survei yang dilakukan pada periode 10–16 Desember 2025 tersebut, tingkat popularitas Kapolri mencapai 51,5%, melampaui sejumlah pejabat tinggi lainnya di sektor Hukum dan Keamanan.
ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT
Di posisi berikutnya terdapat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dengan 34,8%, disusul Jaksa Agung ST Burhanuddin (20,1%), dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (14,8%).
Kepuasan Publik dan Kinerja Institusi
Tidak hanya dari sisi popularitas, kinerja institusi Polri juga dinilai unggul oleh warga. Polri mencatatkan tingkat kepuasan sebesar 63,7%, bersaing ketat dengan Kejaksaan Agung yang meraih 63,4%.
“Interaksi langsung dan kehadiran personel Polri di tengah masyarakat menjadi kunci utama keunggulan persepsi publik terhadap institusi tersebut. Layanan kepolisian dinilai bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga,” tulis laporan Tempo Data Science dalam infografisnya.

Di sisi lain, dari sisi rapor kepuasan personel secara individu, Panglima TNI Agus Subiyanto meraih 48,1%, diikuti oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan 44,9%, Jaksa Agung ST Burhanuddin 38,5%, dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin 37,3%.
Stabilitas Nasional dan Kerukunan
Secara makro, satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil dalam menjaga stabilitas nasional. Dari 1.260 responden yang terlibat:
89,5% publik menilai pemerintah relatif berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama.
83% responden merasa keamanan nasional terjaga dengan sangat baik.
63,2% publik menaruh kepercayaan tinggi kepada KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.
61% warga mengaku puas dengan akses layanan dan kehadiran Polri di tengah mereka.
Capaian ini menunjukkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan kementerian terkait telah memberikan rasa aman yang nyata bagi masyarakat selama satu tahun terakhir. Data ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan performa, khususnya dalam hal kehadiran layanan publik yang lebih responsif dan inklusif.
















