Relokasi Rumah Warga Teluknaga dan Kosambi Oleh Pengembang Mirip Perumahan Komplek

- Penulis

Selasa, 9 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comTangerang, Ribuan kepala keluarga Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Kosambi kawasan Pantura Kabupaten Tangerang terdampak pembebasan lahan pengembang girang tempat tinggalnya direlokasi.

Pasalnya, terpantau tempat tinggal warga yang sekarang, kini makin layak huni dengan penataan ruangnya seperti nuansa perumahan komplek dilengkapi fasilitas prasarana umum.

Warga Kampung Garapan Baru Desa Muara Kecamatan Teluknaga Fitri mengatakan rumah yang baru nya itu sangat layak ditempati. Dirinya mengungkapkan bahwa akses jalan cukup luas dan tak mengalami banjir rob dibandingkan sebelum direlokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sangat layak ini bang, kita jadi dibuat betah, rumah yang sekarang bagus. Udah jalan lebar terus gak pernah kena banjir rob,” ujar Fitri saat berbincang dengan wartawan di kediamannya, Selasa (9/3/2021).

Senada di sampaikan warga Kampung Jati Baru Desa Selembaran Jati Kecamatan Kosambi Tabrani, mengutarakan tempat tinggal yang baru direlokasi sama percis luasnya dengan dulu seluas 400 meter persegi.

Selain itu, Tabrani mengaku rumahnya semakin modern lantaran budget ganti bangunan yang lama sangat pantas. Sehingga, ia bisa membuat kontruksi bangunan rumah dengan sesuai disegn keinginannya.

“Kan dulu saya tinggal di Kelurahan Kosambi Barat Kampung Talang, kena relokasi dan dipindah di Kampung Jati Baru Desa Selembaran Jati ini dengan keluarga besar juga. Alhamdulillah nyaman rumahnya lebih enak disini,” terangnya.

Mantan Lurah Kosambi Barat ini pun menuturkan sebelumnya tinggal di tempat lama, jalan yang yang di lalui hanya muat dengan motor dan pejalan kaki. Namun, kini Kampung Jati Baru luas 4 hektar tata ruangnya cukup baik seperti kawasan perumahan.

“Jalan aja sekarang muat mobil dua, tertata dengan baik prasarana fasilitas umumnya,” ujar Tabrani.

Tokoh masyarakat sekitar ini pun membantah jika kena relokasi rumah pengembang di wilayahnya tidak bisa memiliki rumah baru. Malah, kata Tabrani masyarakat sangat bersyukur tempat tinggal yang sekarang.

“Itu tergantung orangnya pak. Kalau uangnya ditata untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga pasti bersyukur, tapi kalo dipake buat foya-foya semalam juga bisa habis bahkan bisa kekurangan kali,” tandasnya.

Sementara itu, panitia relokasi Desa Selembaran Jati Arsidi menjelaskan, bahwa mekanisme kerjanya relokasi yakni, sosialisasi, pengecekan surat-surat dan penentuan harga ganti bangunan variatif. Untuk lahan, dikatakan hanya sifatnya relokasi sesuai ukuran tanah.

“Itu di mulai sekitar akhir tahun 2017. Awal tahun 2018 lahan pemilik rumah yang lama di ukur terlebih dahulu. Kemudian, di ploting lahan yang baru akan di tempati warga. Lalu di pertengahan tahun dibayar bangunannya kebetulan saya juga salah satu yang kena relokasi,” papar Arsidi.

Menariknya, Arsidi mengatakan banyak permintaan dari warga terkait penempatan lahan yang akan dibangun dengan cara di berikan patok. Banyak yang tidak kebagian bahan material juga.

“Warga senang, senangnya apa ? megang duit gak kelamaan. Gak ada keluhan sudah 2 tahun ini, jadi warga serentak ngebangun rumahnya kayak perlombaan. Sampai saya sendiri gak kebagian bahan meterial, karena saking banyaknya yang beli kontan,” ucapnya.

Disisi lain, pengembang pun telah membangun Masjid Jami Al-Muhajirin di Kampung Garapan Baru, Desa Muara, Kecamatan Teluknaga sebagai bentuk kepedulian umat beragama.

“Saya sangat bersyukur adanya masjid yang dibangun pengembang, masyarakat sini juga seneng dibangun sarana ibadah buat kebaikan, kata Ustaz Marta yang juga Imam Masjid Jami Al-Muhajirin, dikediamannya.

Marta mengatakan, selama belum berdirinya Masjid Jami Al-Muhajirin, masyarakat melakukan ibadah hanya di mushola, dan saat menjalani shalat jumat masyarakat melakukannya di masjid yang lumayan cukup jauh dari rumah mereka.

“Kalau mushola ada dibagian ujung kampung kita, dan kalau masjid baru yang ini satu yang dibangun, ada juga masjid satu lagi agak jauh dari kampung kita, saya terima kasih pada perusahaan pengembang yang sudah bangun masjid, warga sini shalat jumat jadi lebih dekat,” ungkapnya. ( Riska)

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru

Gubernur Banten

Relawan Pos Pengamanan Lebaran Dapat Apresiasi Gubernur Andra Soni

Selasa, 24 Mar 2026 - 04:40 WIB