penabanten.com, Pandeglang – Puluhan rumah warga desa pasir loa porak poranda di hantam angin puting beliung, Berdasarkan informasi yang di dapat penabanten.com, hari ini Kamis, 01 Oktober 2020 sekitar pulul 14.00 s/d 15.23 Wib telah terjadi hujan deras di sertai petir dan angin puting beliung yang sangat dahsyat sehingga mengakibatkan puluhan rumah warga rusak parah tepatnya di Desa Pasirloa Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.
Di temui salah satu warga sindangresmi Ibu Saeti (50) menceritakan bahwa benar telah terjadi musibah puting beliung siang ini sekitar pukul 14.00.
“Ya saya melihat sendiri kejadiannya sekitar pukul 14.00 dan banyak sekali rumah yang rusak berat. Jumlah rumah yang rusak sekitar 40 rumah bahkan ada juga yang sampai ambruk, termasuk rumah saya sendiri sangat parah sekali, di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi covid 19 masyarakat Pasirloa juga tertimpa musibah yang tidak di sangka-sangka. Semoga warga yang terkena musibah di beri ketabahan dan pemerintah Desa dan instansi terkait segera membantu masyarakat di sini” ujarnya, penuh harap seraya mengisahkan kejadian siang tadi, (Kamis, 01 Oktober 2020)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan terpisah Iwan Anggota Ormas Gaib perjuangan kabupaten Pandeglang sampaikan keprihatinannya dengan adanya musibah puting beliung di Desa Pasirloa.
“Saya sangat sedih mendengar musibah yang menimpa warga Pasirloa semoga warga di sini di berikan kesabaran dan ketabahan juga segera adanya tindakan dari para pemangku kebijakan dalam hal ini Pemda Pandeglang melalui Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang supaya segera turun ke lapangan guna membantu warga Pasirloa karena ini darurat. Perlu adanya penanganan khusus dari pemerintah mengingat warga di Pasirloa mayoritas petani yang kurang mampu yang benar-benar membutuhkan bantuan secepatnya. Selain itu saya mengajak kepada semua pihak baik perorangan ataupun perusahaan swasta agar ikut andil bahu-membahu ikut serta mengulurkan tangan dermawannya meringankan beban sodara kita di Pasirloa” Tutupnya di tempat kejadian
(Ari/Ron)








