Penabanten.com, Pandeglang – Dengan tema, Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama “Merajut Kerukunan Menuju Negeri Yang Maju Dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyyah, Basyariyyah” PAC GP Ansor Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang mengadakan acara Peringatan Harlah NU Ke 94 tahun 2020, yang di gelar di Gedung Kewadanaan Menes, Sabtu, (01/02/2020).
Semangat memeriahkan Harlah NU tahun ini, diharapkan mampu mewujudkan pemikiran-pemikiran yang positif generasi muda saat ini, khususnya dikalangan generasi muda NU, yang harus terus membentengi dengan kegiatan-kegiatan positif sehingga tidak terjerumus ke dalam hal negatif yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.
Demikian dikatakan Ketua PAC Ansor Kecamatan Menes, Chairul Munajat yang dijumpai usai mengikuti acara Harlah NU.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan kedepan, kami Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Menes, dalam kegiatan menyongsong tablig akbar dan Harlah NU ini, mampu menformulasikan kegiatan positif yang langsung menyentuh kepada masyarakat. Selain mengadakan lomba, nanti kami pengurus GP Ansor akan melaksanakan program-program yang positif seperti, Bakti Sosial ataupun Diskusi Ilmiah,” ujarnya.
Baca Juga : Gubernur WH: Banten Prioritaskan dan Fokus Bangun Pertanian
Dikatakan dia, dimasa kini, semakin derasnya informasi saat ini, berpotensi bisa merubah pola pikir dan sikap anak muda. Para generasi tua harus menyadari ini dan harus mampu mengarahkannya kepada hal yang positif di antaranya kegiatan positif seperti ini.
“Dengan digelarnya kegiatan tablig akbar, memiliki tiga tujuan utama. Selain yang Pertama menyemarakkan Harlah NU Ke-94, Kedua, mengenang sejarah NU di Kecamatan Menes pada saat itu menjadi tuan rumah Mukhtamar NU yang ke 13. Banyak sejarah sejarah yang perlu di ketahui oleh masyarakat Kecamatan menes khususnya, dan msyarakat Kabupaten Pandeglang umumnya,” paparnya.
“Dengan adanya acara ini, kami juga turut menyiarkan kepada seluruh warga masyarakat agar bisa melek sejarah. Kami ingin, menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa NU ini benar-benar Jamiyyah dan memiliki jamaah yang besar. Tujuan keduanya adalah, memberi edukasi yang baik kepada anak muda dan mengupas sejarah NU saat mukhtamar ke 13 sekaligus menanamkan kepada generasi muda baik anak-anak dan remaja terkait amaliyah NU,” tutupnya.
Ditempat yang sama, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pandeglang, Lukmanul Hakim menuturkan, Peringatan Harlah NU Ke 94 Tahun 2020 yang dilaksanakan di Kecamatan Menes kemarin, merupakan momentum kebangkitan bagi NU Kabupaten Pandeglang. Karena, 82 tahun yang lalu, tepatnya pada Tahun 1938 Menes menjadi tuan rumah Muktamar ke 13 Nahdlatul Ulama.
Baca Juga : Viral Lagu “Bu Irna Kamana Bae”, Begini Jawaban Irna Narulita
“Tantangan terbesar kita ke depan adalah, radikalisme atas nama agama dan Neo Liberalisme atau kapitalisme. Untuk itu, NU harus menjadi Katalis sehingga, di momentum “Menjelang Satu Abad Nahdlatul Ulama” ini, Islam rahmatan lil Alamin Ala Nahdlatul Ulama ini penting kita syiarkan,” paparnya.
Masih kata Lukman, sebagai Kota Santri, kami dari GP Ansor berharap Kebarokahan pada peringatan NU, semoga kiprah santri kedepan bisa berkontribusi lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Sementara, tantangan kita, konsolidasi Organisasi blm tuntas, berbicara Amaliyah, mungkin 80% amaliyah NU, tapi secara jamiyah atau organisasi kesadaran ini blm utuh terbangun. Namun demikian, saya selaku Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pandeglang, tetap merasa optimis, mengingat Kabupaten Pandeglang menjadi bagian dari sejarah besar berdirinya NU,” pungkasnya. (Risman).








