Penabanten.com, Tangerang – Ditengah situasi Mewabahnya virus Covid-19, Ada kala kesempatan tersebut di manfaatkan segelintir pengusaha, Seperti halnya yang dilakukan seorang yang dulunya sebagai penjual donat keliling dan kini Sukses memoroduksi usaha Hand Sanitizer Antiseptic, Hand Soap Super Cling Pasundan, dan disinfectant.
dengan mengantongi ijin resmi dari Sucofindo dan kemenkes, usaha yang di geluti lelaki yang di lahirkan dari paguyuban pasundan sudah merambah ke semua peloksok bahakn ke seluruh Indonesia,
Ato Suprapto pemilik sutuh perusahan dan pendiri UMKM di kabupaten tangerang pada tahun 2008, dan orang pertama penyokong bpjs ketenaga kerjaan, dan pernah mempunyai jabatan di salah satu perusahaan besar di kabupaten tangerang, dengan meniti karir dari nol ,usaha berangkat dari seorang penjual donat keliling, dan pencari batok kelapa sawit, kini Sukses menjadi pengusaha Hand Sanitizer obat anti septic usaha yang di geluti dari tahun 2016 lalu,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ato Suprapto, pemilik usaha Hand Sanitizer Antiseptik dan Disinpectant yang di dampingi Legal Manager Jayusman SH, dan Distributor Hand Sanitezer, Disinfectant dari Forum Usaha Mikro Kabupaten Tangerang (Forsamik) Hj. Suryati, Ato saat di temui di ruang kerjanya mengungkapkan usahanya kepada awak media, Jumat (10/4/2020)
Dengan mengantongi ijin resmi dari depkes dan Diskopindo dan dukungan dari bupati kabupaten tangerang A.Zaki Iskandar di bidang UKM dan di bantu tenaga ahli labotarium dan staf ahli bidang pemasaran dan memperkerjakan 26 karyawan dengan ijazah SMA , kini usahanya berkembang pesat hingga distributor di beberapa kota dan provinsi yang ada di indonesia,
Ato menjelaskan obat yang ia produksi seperti Hand Sanitizer Anti Septic dan Disinfectant serta Hand Soap Antibacterial atau cairan pencuci tangan, itu bisa membunuh kuman atau bakteri, apa lagi saat sekarang di tengah wabah Corona Civid-19, mudah mudahan bisa bermanfaat membantu pemerintah dalam memutus penyebaran mata rantai virus corona bil khusus bagi warga tangerang banten umumnya warga indonesia
Bapak Ato sendiri sering mengadakan pelatihan di setiap
pesantren, dan beberapa sekolah SMK se provinsi banten dan UMKM di citra raya, juga sudah ada beberapa binaanya yang produksi mengeluarkan merk dagang sendiri,
Usaha Ato sendiri di rintisnya dari tahun 2016
Dengan dukungan awal dari Bpk bupati tangerang A. Zaki Iskandar, Ato beri apresiasi pak bupati telah membantu UKM kabupaten tangerang, dan sampai sekarang Bpk bupati masih suport UKM sampai di buatkan gerai kata ia sambil tersenyum UKM inginya di bantu terus oleh bapak bupati, agar lebih berkembang dan di kenal lagi. Ucapnya
Dalam penjualan produk Ato tidak memangfaatkan situasi ia tetap standar dalam penjualan bahkan pernah tidak mengambil ke untungan yang terpenting balik modal demi membantu masyarakat, dan pemerintah di tengah wabah corona covid-19
Hj. Suryati salah satu pelaku UMKM Forsamik kabupaten tangerang, pemilik produk cemilan nusantara konsinasi di beberapa tempat kabupaten, kota, di tutup sementara, jadi perekonomianya terganggu, karna corona covid-19,
Suryati bergabung ke perusahaan pak Ato selaku distributor dan tenaga pemasaran Hand Sanitizer, namun beberapa hari yang lalu louncing DISINFECTANT walau pun terlambat, karna harus mengurus perijinanya dulu itu yang di utamakan, jelas suryati
Jayusman staf manager menjelaskan pada awak media, “Siapa pak Ato Suprapto, ia orang pertama penyokong bpjs ketenaga kerjaan, pendiri UMKM pernah mempunyai jabatan di salah satu perusahaan besar di kabupaten tangrang tapi pak Ato selalu ngumpet tidak mau di ketahui orang banyak apa lagi publik, dan ia tetap rendah diri walau di mata Jayusman pak Ato sudah menjadi seorang pengusaha sukses,
Apa lagi yang bikin jayusman meneteskan air mata di saat ada pembatasan waktu dengan jumlah karyawan Pak Ato dua hari dua malam tidak tidur memikirkan karyawan, walau Jayusman pada waktu itu berikan masukan agar pengurangan karyawan namun pak Ato menjawab “Tidak mau karna karyawanya punya anak istri, dan pak ato perintahkan pak Jayusman untuk memikirkan bagaimana caranya karyawanya di lapangan bisa menyambung hidup, jelasnya ( Riska)








