Pemkab Serang Kembali Raih Sindo Goverment Awards

0
268

Penabanten.com, Serang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kembali meraih penghargaan bergengsi tingkat nasional bertajuk Sindo Goverment Award 2019. Jika tahun lalu berprestasi atas program infrastruktur, tahun ini ternilai sukses melalui berbagai program bidang pendidikan.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sanjojo kepada Wakil Bupati Pandji Tirtayasa di Hotel Borobudur, Selasa (30/4/2019). “Penghargaan ini adalah motivasi untuk terus membuat program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Pandji melalui siaran pers.

Sekadar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang menyatakan, angka rata- rata lama sekolah warga Kabupaten Serang pada 2016 sebesar 6,98 tahun, mengalami peningkatan sebesar 0,19 yakni menjadi 7,17 tahun pada 2017. Peningkatan tertinggi di wilayah Provinsi Banten bersama-sama dengan Kota Tangerang Selatan.

Prestasi yang dicapai tidak lepas dari program digulirkan semasa kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, mulai dari beasiswa, pendidikan kesetaraan, insentif guru, perbaikan ruang kelas, hingga pengembangan sekolah satu atap (satap).

Sebanyak 1.650 siswa SD dan 2.452 siswa SMP telah mendapatkan beasiswa. Selain itu, 351 guru PAUD mendapat beasiswa dan 2.851 mendapatkan insentif.

Baca Juga : Pj Sekda Banten Buka Diklat Calon Kepala Sekolah SMA/SMK/SKH

Guru di Kabupaten Serang pun dibanjiri insentif. Terbaru, untuk 1.720 guru honorer non K2. Sebelumnya, ada insentif untuk 8.686 guru ngaji dan 1.165 guru TPQ dengan anggaran Rp 6,04 miliar, dan insentif untuk dua guru TKK dengan anggaran Rp 57,6 juta.

Selain itu, insentif untuk 152 pegawai honorer K2 nonguru total Rp 638,4 juta, insentif untuk 6.190 guru madrasah diniyah awaliyah total Rp 7,4 miliar, insentif untuk lima guru bantu sekolah total Rp 84 juta, insentif untuk 691 guru SD K2 total Rp 5,8 miliar, dan insentif untuk 121 guru SMP K2 total Rp 1,01 miliar.

Pemkab Serang telah menggulirkan program kesetaraan Paket A, B, dan C. Paket A sebanyak 360 siswa, Paket B 1.620 siswa, dan Paket C sebanyak 2.310 siswa. Kemudian pengembangan dan dukungan untuk program SMP Satap, juga terus dilakukan, katanya.

Selanjutnya, per tahun sudah dilaksanakan perbaikan 252 ruang kelas rusak dengan anggaran Rp26,6 miliar. Perbaikan ruang kelas yang dilakukan tidak hanya fokus dari APBD, juga dari bantuan sosial perusahaan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengapresiasi seluruh kinerja yang dilakukan pemerintah daerah melalui penghargaan Government Award 2019. “Kami mengapresiasi dengan penganugerahan penghargaan ini dan akan merangsang kepala daerah lain untuk memajukan daerahnya. Selain itu, komitmen kebijakan pemerintahan Joko Widodo mengalokasikan APBN ke daerah lebih besar dari pada ke pusat,” ujar Eko dalam sambutannya.(Red)

Tinggalkan Balasan