Penabanten.com, Pandeglang – Kepala Desa Kondangjaya, Andes Nurdiansyah, mengatakan, sebanyak 49 KPM Desa Kondangjaya Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang, dikembalikan. Pasalnya, dalam data penerima BST tahap Satu, terdapat data warga yang sudah meninggal, Pindah Domisili dan Double penerima Program lainnya.
“Dari jumlah keseluruhan penerima manfaat sebanyak 116 KPM, setelah divalidasi, hanya 67 KPM saja yang layak menerima bantuan BST tahap Satu. Yang memang, itu sesuai dengan yang diajukan desa. Dan sisanya, sebanyak 49 KPM, tidak dicairkan dan dikembalikan,” ucapnya, Senin, (18/05/2020), dijumpai di ruang kerjanya.
Baca Juga : Polri dan TNI Sinergitas Kawal dan Amankan Penyaluran BST
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masih kata Andes, alasan 49 KPM itu dikembalikan, karena dalam data penerima, terdapat KPM yang sudah meninggal, ada yang sudah pindah domisili, bahkan banyak yang double penerima program bantuan.
“Dari 49 KPM yang dikembalikan, ada diantaranya yang sudah Meninggal 10 KPM, Pindah Domisili 5 KPM, yang Double Program Bantuan sebanyak 30 KPM. Sisanya ada yang tidak layak atau sudah mampu sebanyak 2 KPM dan yang Ganda ada 2 KPM,” jelasnya.
Dan soal pengembalian BST sebanyak 49 KPM itu, Lanjut Kades yang juga mantan tokoh pergerakan pemuda itu, akan dikembalikan berkas surat panggilannya melalui Kasi Kesos Kecamatan Cisata. Yang nantinya, akan disampaikan kepada Dinsos Kabupaten Pandeglang. “Sebelumnya pun, KPM yang dikembalikan itu, tidak kami usulkan. Karena, prinsipnya adalah, tepat atau tidaknya sasaran BST, bukan soal sedikit atau banyaknya nilai bantuannya,” imbuhnya.

Terpisah, warga penerima bantuan mengaku bersyukur sudah menerima bantuan BST.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, dan Daerah, dan Kecamatan, terutama kepada Pemdes Kondangjaya, yang sudah berjuang hingga kami menerima bantuan tunai ini. Ditengah kesulitan akibat dampak Covid-19 ini, kami dapat menerima bantuan dari pemerintah. Terima kasih sebesar besarnya kepada Kepala Desa Kondangjaya, Andes, yang sudah mengupayakan dan memperjuangkan kami selaku warganya,” kata sejumlah warga penuh rasa haru. (Do/Risman).








