Pekerjaan P3A di Pondok Kelor Terkesan Asal Jadi dan Hanya Mendapatkan Keuntungan Belaka

- Penulis

Rabu, 21 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang, Pembangunan sektor pertanian dari Perkumpulan petani pemakai air (P3A) yang dilaksanakan dibeberapa Desa di Kabupaten Tangerang, tentunya masyarakat sangat berharap kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai harus turun ke lapangan untuk mengawasi jalannya proyek program P3A tersebut,

Pasalnya, Proyek pekerjaan yang berupa spal tersebut, memiliki panjang dan lebar berpariatif.dalam ha itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Seroja menduga dalam pekerjaannya yang di lakukannya Asal asalan.

“Saya menduga pekerjaannya itu asal asalan dan tidak memikirkan kualitas pekerjaan yang sesuai dengan spek”.kata Supriyadi dari LSM seroja kepada wartawan

Selain itu pula, dikatakan Supriyadi. Pekerjaan yang di lakukan tersebut juga, tidak ada papan proyek yang terpampang di lokasi pekerjaan.

“Lagi lagi sering di ketemukan pekerjaan proyek tidak adanya papan proyek yang terpampang di lokasi pekerjaannya, padahal itu bagian salah satu yang sangat penting untuk di ketahui masyarakat, agar adanya keterbukaan informasi publik”.ucapnya

Supriyadi juga mengatakan, Ada salah satu pekerjaan P3A yang berlokasi di kp. Pondok Kelor blok JR. Enggan RT 01/02 Desa Kp. Kelor Kecamatan Sepatan Timur tersebut juga terlihat di lapangan dari pekerjaan Spal tersebut terkesan asal tempel dan hanya memikirkan keuntungan saja.

“Lihat saja, pekerjaannya cuma asal tempel dan jadi saja, lagi lagi tidak memikirkan kualitas pekerjaannya, seolah tidak ada pengawas dilapangan”.pungkasnya

Dalam pekerjaan tersebut, diharapkan Pemprov Banten harus terjun langsung ke lapangan agar tahu, kondisi pekerjaan P3A tersebut agar dalam pekerjaannya tidak asal asalan alias asal jadi saja. Sebab hal itu sering terjadi di lapangan yang diduga dalam pekerjaanya ditutup tutupi untuk mendapatkan keuntungan belaka.

(Dyn)

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru