Pasutri di Rancagede Gunung Kaler Tinggal di Gubuk Reot, Kalau Hujan Terpaksa Mengungsi

- Penulis

Senin, 28 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comTangerang, Pasangan suami istri (pasutri) Kartubi dan Dasih kondisinya sangat memprihatinkan. Lantaran faktor ekonomi, mereka tinggal di sebuah gubuk reot yang nyaris ambruk di Kp. Wadas RT 01 RW 01, Desa Rancagede, Kec. Gunung Kaler, Kab. Tangerang.

Ditemui InfoTerbit.com, Dasih, wanita berusia 58 tahun itu mengatakan, suaminya Kartubi hanya bekerja sebagai buruh tani sehingga tidak mampu merehab rumah.

“Kalau hujan deras, saya dan suami khawatir rumah ini roboh sehingga mengungsi ke rumah tetangga,” kata Dasih, Senin (28/12/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pantauan, kondisi rumah pasutri ini memang sangat memprihatinkan. Dinding-dinding rumahnya yang terbuat dari geribik bambu jebol di sana-sini.

Genting rumahnya pun banyak yang pecah dan tidak sanggup mengganti. Sehingga, jika hujan turun selalu kebocoran.

“Kalau ada angin kencang dan hujan deras kami takut sekali sehingga  mengungsi ke tetangga. Takut rumah ambruk,” katanya.

Di sisi lain, Dasih juga tidak mendapat bantuan sosial (bansos), baik PKH (Program Keluarga Harapan) maupun Program Sembako. “Saya juga tidak pernah didata untuk bedah rumah,” akunya.

Bansos yang pernah didapat yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19. “Pernah dua kali mendapat BLT. Katanya dari dana desa,” ungkap wanita ini.

Dasih berharap ada dermawan dan donatur yang mau memperbaiki rumahnya agar layak huni. Riska

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru