Penabanten.com, Serang — Ormas GABSI (Gerakan Banten Siliwangi) menyayangkan perbuatan pelanggaran berupa berlanjutnya pelaksanaan pekerjaan ditengah-tengah permasalahan epidemik covid-19 yang menghujam indonesia tidak terkecuali kota Serang.
Ketua Rayon Ormas Gabsi Kasemen-Kota Serang, Hardiansyah menyampaikan tak habis pikir, masih saja ada oknum yang berniat melakukan pelanggran administrasi ditengah-tengah wabah covid-19.
“Itu bukan merupakan strategis, apalagi untuk mencegah Covid-19,” kata Hidayat kepada redaksi, Rabu (13/5/2020).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di tengah Covid 19 ini sangat aneh bisa terus berjalan. Lalu apa jadinya bila pemenang tender para pekerjanya di datangkan dari daerah-daerah yang terdampak Covid,” kata Hardiansyah.
Kata Hardiansyah melanjutkan, Presiden Joko Widodo pun dalam hal ini sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
Selain itu menurutnya, Menteri Dalam Negeri juga telah mengeluarkan Permendagri Nomor 20 tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah. Begitu juga dengan Menteri Keuangan yang menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19/PMK.07/2020 tentang Penyaluran dan Penggunaan Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Insentif Daerah TA 2020 dalam rangka penanggulangan COVID-19.
“Atas dasar Inpres dan Permen tersebut, maka sudah sepatutnya pemerintah agar segera melakukan realokasi dan refocussing anggaran tahun 2020 untuk fokus pada pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” tandasnya
Belum lagi terkait himbauan Kementerian pupr, Basuki Hadimuljono, telah mengeluarkan Instruksi Menteri Nomor 02/N/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
Hardian menduga, persoalan berjalannya proyek yang berada di kp karangantu kel Banten KEC Kasemen Kota Serang ini tidak terlepas dari pada oknum yang bermain dibelakangnya.
“Kita tidak tahu siapa yang ada dibelakangnya, mungkin saja itu oknum yang mengatas namakan masyarakat, atau mungkin saja oknum pegawai kelurahan,”tuturnya.
Onky crebo













