Penabanten.com. tangerang – -Menjamur dan lancarnya beberapa pangkalan yang nakal dan tidak sesuai dengan alamat pangkalan menjual tabung gas elpiji 3kg bersubsidi di wilayah kecamatan Jayanti masuk ke rayon serang .
Di lansir dari berita “suara pedia . co”Diduga ada yang beckingin sehingga mobil pickup bermacam merek , sangat berani mengambil gas elpiji 3kg bersubsidi kewilayahan rayon tangerang , tepatnya di wilayah kecamatan jayanti.
Salah satu sopir yang enggan disebutkan namanya, bahwa dia sudah membayar uang kordinasi permobil 200ribu.
” saya sudah bayar uang kordinasi kok”ujarnya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tempat terpisah Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat Pusaka Sakti Bersatu, Bapak Kasno Gustoyo A.H. membenarkan adanya dugaan beberapa backing dari pangkalan. “Kalau tidak ada yang mengendalikan, mana mungkin sopir dari serang berani melintas mengambil kewilayah rayon Jayanti kalau tidak ada kontribusi.”
“kami selaku control social, jika peredaran dan jaringan tersebut masih terus berkelanjutan, kami akan melayangkan surat kepada intansi terkait dan memberikan tembusan kepada intansi terkait,kepala daerah, supaya pangkalan tersebut di tutup”ucapnya.
Deni Herawan SE sebagai warga Jayanti juga mengatakan. “Kami sering melihat mobil pickup bermacam merek dan mobil pribadi sering membeli gas elpiji 3 kg dari pangkalan dan warung-warung dengan jumlah banyak.”ucapnya.
” Ada juga pangkalan tidak sesuai dengan alamat izin nya, serta yang tidak jelas “terang deni
” kami tanya salah satu sopir, bahwa dirinya sekali membawa tabung gas elpiji 3 Kg memakai mobil carry pickup sebanyak 150- 200 tabung.” Ungkapnya
” Dari hasil investigasi LSM, Warga jayanti, dan Ormas dilapangan, bahwa memang benar ada sopir yang memberi uang kordinasi sebesar 200ribu permobil, jika sehari ada 6 mobil, tinggal dikalikan saja, 6×200=1.200.000.
Jika dijumlahkan 1 bulan hasilnya sudah sebanyak Rp.33.600.000., mantap bener uang kordinasi tersebut” tutup kasno. (maulana)








