Penabanten.com, Pandeglang – Sejumlah warga di Desa Cigondang Kabupaten Pandeglang, yang merupakan penerima manfaat Program Sembako tahun 2020 di Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan mutu salah satu komoditi pada program tersebut, yakni, Tempe yang diduga sudah tidak layak konsumsi. Pasalnya, Tempe tersebut sudah rubah bentuk dan berbau.
Menurut salah satu Prades Desa Cigondang yang namanya tidak mau di sebutkan menerangkan, bahwa hal tersebut benar adanya, Jumat, (20/03/2020) saat dihubungi melalui telephone selularnya.
“Benar. Sekarang ini lagi proses Retur bersama TKSK utk penggantian pangan yang kemarin,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga : Walikota Airin Pantau Penyemprotan Cairan Disenfektan di Stasiun Rawa Buntu
Kemudian dia menuturkan, setelah hal ini disampaikan kepada Dinas Sosial, alhamdulilah, langsung ditanggapi.
“Hanya sebagian, menurut mereka, itu akibat kapanasan dalam perjalanan. Ada Dua indikasi penyebabnya, bisa dari penyalur, bisa juga dari agen,” tambahnya.
Terpisah, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Labuan, Anan mengatakan, hal tersebut sedang di kordinasikan dengan pihak Desa Cigondang. “Lagi di kordinasikan bersama Sekdes Cigondang, dan akan di retur,” jawabnya singkat.
Sementara itu, Kepala Desa Cigondang, Cepi Ahmad, akan memanggil pendamping Program Sembako beserta Suplier, untuk meminta keterangannya. “Berkaitan dengan ini, saya akan memanggil Pendamping Program Sembako dan suplier, untuk menanyakan adanya hal seperti ini,” pungkasnya. (Risman).








