Ketua Deputy Organisasi FPII : Bapak Presiden Jokowi Dengarkan Rintihan Petani Subang Yang Meminta Pertolongan

- Penulis

Rabu, 11 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com – Subang,Kabupaten Subang – Puluhan para petani penggarap lahan gambut, berlokasi dikampung Sumur Jaya, Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Lokasi lahan gambut yang telah digarap oleh para petani dari tahun 2020 merupakan mata pencaharian demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Tapi, harapan itu kandas, karena lahan garapan dihancurkan dimana sebelumnya ada kesepakatan Sewa-Menyewa lahan senilai Rp.3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) /Hektar / Tahun (Kwitansi terlampir)

Saat ditemui awak Media, Rasmin salah satu petani penggarap lahan gambut, mengatakan saya hanya rakyat kecil untuk menghidupi keluarga cuma bertani diatas lahan gambut, secara sewa pakai pertahun. Semangat hidup untuk kebutuhan ekonomi hanya mengandalkan bertani, tapi semua itu kandas. Karena lahan garapan yang disawahinnya, telah dibajak pihak lain. Saya biar fisik tidak sempurna, tapi kewajiban tetap dijalanin, dengan kaki terseok – seok menggunakan dua tongkat tetap berangkat kesawah dari pagi hingga sore, itu semua demi keluarga, istri dan anak.

“Sekarang ini, saya tidak bisa bertani lagi karena lahan sawah sudah dibajak orang lain tanpa ada lagi musyawarah, dimana keadilan, saya orang miskin yang hanya bisa bertani untuk bertahan hidup. Bapak Presiden, tolong kami rakyat kecilmu,” ujar Rasmin kepada awak Media, Selasa (10/08/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait Viralnya pemberitaan, Rasmin Petani Subang Teriak,” Bapak Presiden, Tolong Kami Rakyat Kecilmu” tersebut Noven Saputera Ketua Deputy Organisasi Forum Pers Independent Indonesia angkat bicara, Rabu (11/8/21)

Mari kita perhatikan dimana Petani di Indonesia masih terbilang hidup sengsara, padahal di Indonesia terutama di daerah-daerah mayoritas warganya bekerja sebagai petani.

Petani memiliki peran yang sangat besar sebagai penentu bangsa,tapi sayangnya Petani dalam kedudukan sosialnya pun sering tidak mendapat porsi istimewa, dipandang rendah.

Kebutuhan primer manusia adalah pangan, sandang dan papan. Manusia tanpa sandang (pakaian) dan tanpa papan (rumah) bisa hidup, asalkan tersedia pangan (makanan). Namun, tanpa pangan, manusia tidak bisa hidup, meskipun sandang dan papan terpenuhi. Petani menjadi pahlawan pangan, namun kehidupan mereka masih jauh dari kata “sejahtera”.

Petani itu bekerja keras membanting tulang siang dan malam. Beras yang kita konsumsi tanpa mau peduli bagaimana jerih payah para petani berjuang untuk kita.

Derita Seorang petani Subang yang bernama Rasmin tergolong Petani Indonesia tanpa memiliki lahan

Mana bisa bertani tanpa lahan? Itulah kenyataannya. Sebagian besar petani Indonesia tidak memiliki lahan pertanian sendiri atau dengan kata lain mereka hanyalah buruh tani.

“Kami meminta Bapak Presiden Joko Widodo bisa mendengar rintihan Sosok seorang Pahlawan yang hampir kian dilupakan yaitu Petani agar mendapatkan suatu solusi yang terbaik bagi Rakyat Kecilmu dan bisa berperan membantu pemerintah untuk menjaga Ketahanan Pangan sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di Negara Republik Indonesia dan usut tuntas oknum-oknum yang menyalahkan suatu kebijakan atau Hak yang telah diberikan” tegas Ketua Deputi Organisasi FPII. Sumber : Presidium FPII.

( Team/ Ateng )

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru