Kabid SMA Didikbud Banten Belum Tentukan Lahan SMAN 30 Kembali Dipertanyakan Para Tokoh Dan Akitvis

- Penulis

Jumat, 18 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com- Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Terkait Permasalahan pengadaan lahan yang masih terkatung-katung hingga kini, para tokoh Masyarakat dan aktivis masih mempertanyakan kepastiannya, kamis (17/06/2021).

Hiruk-pikuk terkait belum adanya kejelasan pasti dari dinas terkait tentang pengadaan lahan SMAN.30 Kabupaten Tangerang entah sampai kapan keputusan final itu dapat diselesaikan masih menjadi pertanyaan dan kepastiannya yang masih belum jelas.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) SMA Dindikbud Banten, Lukman saat dimintai tanggapannya mengatakan, “Hingga kini pihaknya belum menentukan lahan mana yang akan dipilih untuk pembangunan SMAN 30.Kabupaten Tangerang,” tegasnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun menurutnya, lahan untuk pembangunan SMAN.30 Kabupaten Tangerang adalah lahan yang benar – benar sesuai dengan keinginan masyarakat, dan memiliki akses yang mudah ke jalan raya. ”Prinspisnya,lahan yang akan dibangun sekolah itu sesuai dengan usulan masyarakat, Dindikbud tidak memiliki kepentingan politis dan eknomis,karena kepetingan kami hanya bagaimana sekolah tersebut dapat terwujud,” tegas Lukman.

Sebelumnya Kepala Dindikbud Banten,Tabrani menegaskan, pihaknya tak segan – segan membatalkan rencana pembangunan SMAN 30 Tangerang, jika masih adanya polemik pengadaan lahan yang tak berkesudahan,”ucapnya

“Jika polemik terus saja terjadi, maka saya tak segan untuk membatalkan pembangunan gedung SMAN 30 Kabupaten Tangerang ini,” tegas Tabrani.

Menurutnya, hingga kini pihaknya belum menetapkan satupun lahan mana yang akan dibeli untuk pengadaan dan pembangunan gedung sekolah tersebut, karena pihaknya tetap berpedoman kepada hasil FS yang dibuat oleh konsultan melalui kajian akademis,”terangnya

Mulyadi SH juga menambahkan, Agar perlu diketahui, yang menentukan kelayakan lahan yang akan dibebaskan itu bukan Team Sarya Bule Cs, Namun Konsultan yang akan mengkaji dari berbagai aspek secara akademis, atas usulan dari KCD (Kantor Cabag Dinas) wilayah Kabupaten Tangerang,” ucap Mulyadi

Sedangkan usulan dari KCD Kabupaten Tangerang sendiri juga berdasarkan usulan dari Camat, Kepala Desa, dan masyarakat. Yang kemudian semua usulan itu, di survey oleh Dindikbud melibatkan Kejaksaan dan konsultan, agar tidak salah dalam penentuan lahan yang akan dibangun.

”Kami juga atasnama orang tua siswa tidak memiliki kepentingan ekonomis dalam pengadaan lahan tersebut. Hanya memberikan pandangan dan masukan, karena ini menyangkut, bagaimana kepentingan Dindikbud mewujudkan pembangunan sekolah tersebut Tahun ini, Karena jujur saja saya miris melihat proses belajar mengajar SMAN 30 itu sampai sekarang masih numpang di sekolah SD,” tukasnya.

jika kita mengacu pada Amanat Undang – Undang Nomor : 20 Tahun 2003, tentang Sisdiknas dan Amanat Undang – undang Nomor : 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Amanat Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kepada Dindikbud Provinsi Banten diharapkan segera meninjau ulang pengadaan lahan tanah yang akan dibangun SMAN 30 Kabupaten Tangerang, tentunya bersama-sama dengan pihak berwenang sesuai pengajuan awal.” Paparnya

Bahkan kami siap mendukung ketika Sekda Provinsi Banten, Al Muktabar ingin mengungkap “Bobroknya Birokrasi” Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dalam hal rencana pembelanjaan dan pembangunan SMAN. 30 Sukamulya, Kabupaten Tangerang,”pungkasnya. (Ris)

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru

Gubernur Banten

Relawan Pos Pengamanan Lebaran Dapat Apresiasi Gubernur Andra Soni

Selasa, 24 Mar 2026 - 04:40 WIB