Penabanten.com – Tangerang, Ketua Korcam Pendekar Banten Kecamatan Sukamulya Japarudin, mengungkapkan, salah satu faktor mundurnya 20 orang pejabat Eselon III dan IV lantaran tidak dapat mengimbangi cara kerja Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten dr.Ati Pramudji Hastuti. Namun mundurnya 20 orang pejabat itu tak ganggu kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujarnya
Hal itu menurut Japar terungkap setelah kemarin Komisi V memanggil Kadinkes Provinsi Banten dan Sekda Banten Al Muktabar. Pemanggilan itu menurutnya untuk memastikan pelayanan masyarakat tidak terganggu usai kosongnya 20 orang jabatan di Dinkes Banten,”tegasnya
“Persoalan kepemimpinan kan soal Leadership. Jadi bukan Arogansi, butuh ketegasan. Karena yang saya tahu bu Ati dengan bawahannya cukup tegas,” katanya kepada Awak media, Jumat (04/06/2021)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Japarudin , Kadinkes Banten selalu tegas kepada bawahannya dalam kinerja. Apalagi saat ini, kerja Dinkes Banten sangat diandalkan dalam memerangi Pandemi Covid-19. Di sisi lain juga, selalu ada pembahasan penanganan Virus Corona di luar jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga, pejabat yang mundur karena tidak bisa mengimbangi cara kerja pimpinannya,”terangnya
“Persoalan Arogansi, memang semua pemimpin, saya lihat Kadis Dinkes ini terlalu kencang (dalam bekerja). Karena beberapa kali saya komunikasi, beliau masih ada di kantor, jam 8 (20:00 Wib), jam 9 (21:00) ada di kantor. Hingga ada beberapa (pejabat Dinkes Banten) yang tidak bisa mengimbangi,” ungkapnya.
Menurutnya ada Tiga Klasifikasi alasan 20 pejabat Dinkes Banten yang mundur kemarin
1.Faktor sudah jenuh dengan level jabatannya
- Rasa aksi Solidaritas dan Partisipatif
- Adanya oknum yang menggerakkan aksi mundur tersebut karena tidak suka terhadap gaya kepemimpinan Kadinkes saat ini
Memang Japar mengaku, tidak menyinggung persoalan hukum yang mendera Dinkes Banten saat ini, Sebab, hal itu sudah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.
Mengingat, kewenangannya, hanya memastikan pelayanan untuk masyarakat dan penanganan Pandemi Covid-19 tidak terganggu akibat aksi tersebut.
“Apalagi jawaban bu Kadis, tidak Signifikan. Artinya masih ada tenaga lain yang siap mensupport. Memang persoalan Pandemi ada di Eselon III dan IV, namun masih bisa diatasi. Jadi kita jangan sampai ikut hiruk pikuk dan menghambat semua proses penanganan Pandemi dan Program di Dinkes saat ini
Kami Atasnama Organisasi Pendekar Banten memastikan Bu Kadis sudah menjawab semuanya dengan lugas tidak terganggu secara signifikan karena Staf di bawah masih ada,” tuturnya ( Riska)











