Penabanten.com, Labak – Tuntut PT WIKA bangun Jalan Play Over (JPO), puluhan warga dan tokoh masyarakat Kampung Sidowaras Desa Pasar Keong Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, ancam gelar aksi unjuk rasa, aksi itu sebagai bentuk kekecewaan warga atas ketidak perdulian PT. Wijaya Karya (WIKA) pada proyek strategis nasional Tol Serang-Paninbang.
Diungkapkan Muhamad Husen, seorang Ketua Pemuda Kampung Sidowaras, bahwa adanya pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang STA 35 di Desa Pasar Keong, salah satunya mengakibatkan terputusnya jalur jalan yang menghubungkan prasarana mesjid di Kampung Sidowaras.
Hal ini, lanjut Husen lagi, tentu sangat menyulitkan warga untuk menjangkau prasarana ibadah tersebut, karena untuk menjalankan rutinitas ibadah lima waktu, warga terpaksa harus memutar ke rute jalan yang terbilang jauh.
” Mau shalat lima watu saja, warga harus memutar jalan cukup jauh. Padahal sebelum ada pembangunan Tol, warga hanya hitungan menit saja sampai ke mesjid, tapi kini sejak terpisah area Tol, warga terpaksa harus memutar ke rute jalan yang cukup jauh,” ujarnya.
Usai melakukan pertemuan dengan warga, Herlin Heriyana selaku Humas PT WIKA mengatakan pada Penabanten.com, bahwa terkait jadwal demo warga tanggal 14 Juni ini, PT WIKA tetap konsisten dengan apa yang menjadi keluhan dan tuntutan masyarakat disekitar area pembangunan Tol. Kekuhan itu, dimungkinkan terjadi sebagai dampak adanya pembangunan proyek strategis nasional saat ini.
“Kehadiran kami disini, yaitu untuk.mendengarkan asfirasi yang berkembang di tengah warga Kampung Sidowaras Desa Pasar Keong inj. Soal harapan adanya pembangunan JPO yang nantinya menghubungkan interaksi warga dengan prasarana mesjid di Kampung ini, dalam waktu dekat akan kami tidak lanjuti. Namun sepanjang permohonan warga ini dilakukan secara prosedural,” tegasnya.
Intinya, kata pria yang kerap.disapa Edo ini, harapan dan permohonan warga Kampung ini, harus tertuang secara tertulis dan formal. Dimana semua elemen masyarakat, dari mulai warga Ketua Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Kepala Desa turut sama-sama bertanda tangan.
Pada prinsifnya WIKA tetap konsisten dengan keluhan warga yang terdampak pembangunan jalan tol, WIKA pasti menuntaskan setiap keluhan tersebut. Hal ini bisa dilihat dari mulai titik Nol Walantaka Serang hingga Rangkasbitung.
” Nah, hal sama pun akan WIKA lakukan untuk warga Kampung di Sidowaras ini, baik warga yang rumahnya terkena getaran berujung tembok retak dan lain-lain,” singkatnya.
Jalannya musyawarah antara PT WIKA dengan warga tersebut, mendapatkan pengawalan ketat dari puluhan aparatur Kepolisian dan Satpol PP. (Yans).











