Dinkes Kabupaten Tangerang Tingkatkan Kapasitas Pelayanan bagi Kader Posyandu

0
8

Penabanten.com – TANGERANG,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelayanan Posyandu tahun 2024 di ruang Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Tangerang, Rabu (28/02/2024).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Achmad Muchlis mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu khususnya terkait penggunaan alat Antropometri dan pencatatan SIP (Sistem Informasi Posyandu).

Beberapa waktu lalu, Dinkes Kabupaten Tangerang memberikan alat tersebut ke 2.341 posyandu yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kami ingin alat tersebut dapat dipergunakan sebagaimama mestinya. Selain untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini tentunya kami lakukan juga untuk mencegah dan intervensi dini terkait kasus stunting. Mengingat peran Posyandu ini merupakan salah satu upaya Dinkes dalam mencegah kasus stunting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Antropometri Kit merupakan alat ukur yang berfungsi untuk pengukuran berat badan, panjang, tinggi badan, lingkar lengan atas dan kepala. Antropometri Kit juga merupakan alat penting dalam mendeteksi stunting pada anak.

Kegiatan ini diikuti peserta dari Promkes PKM, bidan desa PKM, TP-PKK kecamatan, TP-PKK desa dan kader posyandu.

“Jadi dalam kegiatan ini total 350 peserta yang terdiri dari 7 angkatan dengan target 274 desa mendapatkan kegiatan ini. Dalam kegiatan ini kami turut mengundang sebagai narasumber dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Tangerang dengan materi terkait pemantauan pertumbuhan balita, lalu materi kedua diisi oleh materi terkait Posyandu dan ILP yang disampaikan oleh Saka Bakti Husada Kab. Tangerang,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini semua kader posyandu dapat menggunakan alat Antropometri dengan baik. Ia juga berpesan kepada kader posyandu agar dapat menginput data SIP secara benar, akurat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Diharapkan dari hasil kegiatan ini Kader Posyandu akan lebih teliti baik dalam menimbang dan mengukur serta memberikan hasil dengan akurat, sehingga jika ada ditemukan balita yang bermasalah gizi akan diintervensi dengan cepat dan status gizi balita akan meningkat dengan optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan