Penabanten.com, Serang – Puluhan Kepala Keluarga di Kampung Pasar Keong dan Kampung Babakan Mesjid Desa Pasar Keong Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, mengeluhkan buruknya kwalitas pembangunan jalan yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak tahun anggaran 2021, senilai ratusan juta rupiah tersebut.
Dituturkan Jamat seorang warga Kampung Pasar Keong Kecamatan Cibadak, bahwa meski belum lama dibangun jalan cor di depan rumahnya tersebut sudah kembali melepuh. Sehingga menimbulkan polusi udara, yang diakibatkan debu tebal tatkala jalan beton itu dilintasi kendaraan.
” Jalan cor ini kan belum empat bulan selesai dibangun, tapi fisiknya sudah kembali melepuh. sehingga menimbulkan kepulan debu cukup tebal saat dilintasi kendaraan, jadi wajar kalau kami menduga kwalitas pekerjaan proyek ini diduga tidak beres,” katanya Selasa( 8/6), pada Pena Banten.com.
Sejak jalan cor beton tersebut menimbulkan debu, kata Jamat lagi, nyaris setiap hari dirinya harus menyiram hamparan jalan cor beton yang melintasi rumahnya itu. Sebab jika tidak disiram sehari saja, terlebih di saat cuaca kemarau dan panas, maka warungan miliknya dipastikan dipenuhi debu semen yang ditimbulkan dari jalan cor beton tersebut.
Dirinya pun berharap, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lebak, hendaknya segera mengevaluasi kembali kwalitas pekerjaan pihak rekanan terkait. Salah satunya, dengan menangguhkan proses penerimaan hasil akhir pekerjaan atas proyek jalan tersebut.
“Jelas lah, kalau hasil pekerjaannya kurang baik. Ya dinas harus menolak hasil pekerjaan si rekanan tersebut, nasa kami sebagai warga nasyarakat yang harus nenolaknya,” tegas Jamat.
Terpisah, Hamdan Kepala Bidang pembangunan pada Dinas PUPR Kabupaten Lebak, menyebutkan jik penyebab kepulan debu tersebut, akibat kondisi fisik pekerjaan masih basah justeru telah di lalui kendaraan.
” Ada laporan ke kami, jika palang kayu yang sudah terpasang dibuka oleh sejumlah masyarakat Malabar.Tujuannya agar kendaraan bisa melintas dijalan cor beton yang masih basah tersebut. Ya akibatnya begitulah, nah kalau sudah begini siapa yang harus tanggung jawab,” tukasnya. (Yans).











