Penabanten.com, Pandeglang, – Satuan Penyelenggara Pangan dan Gizi (SPPG) Terpencil Cikadongdong di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, sukses menyelenggarakan pelatihan bagi penjamah makanan relawan. Kegiatan ini bertujuan memenuhi standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk operasional dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar masyarakat di daerah terpencil.
Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari relawan dan panitia. Hadir sebagai narasumber dan verifikator Tim Kesehatan Lingkungan (IKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, dipimpin Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Yuli Sobari, AMKL, beserta anggota tim.
Dalam sambutannya, Yuli Sobari menekankan pentingnya pelatihan ini untuk memastikan keamanan pangan, mencegah penyakit bawaan makanan, dan memenuhi standar higiene sanitasi. “Pelatihan ini wajib diikuti untuk menjaga mutu dan keamanan makanan yang disajikan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan peran masing-masing institusi. “Dinas Kesehatan melakukan penilaian lapangan dan memberikan rekomendasi teknis. Sementara, penerbitan sertifikat SLHS sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melalui Mal Pelayanan Publik (MPP),” jelas Yuli, dalam keterangannya, Sabtu (30/1/2026).
Keberadaan dapur terpencil dan komitmennya terhadap standar nasional diapresiasi oleh Ruskanda, Ketua BPD Desa Cikadongdong. Ia menilai langkah ini patut dicontoh sebelum layanan dimulai.
Apresiasi serupa disampaikan Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikesik Kodim 0601/Pandeglang, yang turut memantau pelatihan. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi dapur terpencil lain dalam menjalani persiapan yang matang. “Relawan tidak hanya paham tugas teknis, tetapi juga sadar akan disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan pada standar program MBG,” ujarnya.
H. Abay Subhan, Asisten Lapangan SPPG Terpencil Cikadongdong, menyampaikan terima kasih atas dukungan Dinas Kesehatan Pandeglang. Ia menegaskan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pengelola dapur dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat.
“Pelatihan ini adalah wujud tanggung jawab bersama. Kami ingin memastikan setiap tahapan, dari persiapan hingga penyajian, sesuai standar nasional MBG demi kesehatan penerima manfaat,” kata Abay Subhan.
Ia berharap para relawan dapat memahami dan menerapkan dengan sigap enam modul kurikulum pelatihan yang diberikan, yaitu:
1. Kebijakan keamanan pangan siap saji.
2. Cemaran pangan dan penyakit bawaan makanan.
3. Pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit.
4. Pembersihan dan sanitasi peralatan.
5. Higiene perorangan.
6. Tahapan proses produksi pangan siap saji.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, SPPG Terpencil Cikadongdong berupaya memastikan layanan makanan bergizi tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga aman, higienis, dan sesuai dengan standar nasional yang berlaku.








