Penabanten.com, – Akses jalan raya kerap dilanda banjir, ratusan pengguna jalan raya Arief Rachman Hakim tepatnya di ruas jalan Kampung Kandang Numpang, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengeluhkan sulitnya jalan tersebut untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Asep Hadisujana sebagai salah seorang pengguna jalan yang rutin melintasi jalur tersebut mengatakan, jika hujan Kedap turun pada setiap hari, hal ini sangat membahayakan para penggun jalan.
“Soalnya mobil kami ini kan sedan dan setiap hari Kami menggunakan jalan tersebut. Kami takut mesin mobil mati, makanya Kami lebih baik menunggu hingga kondisi air surut. Tapi melihat kondisi seperti ini, kenapa pihak berwenang di proyek Serang- Panimbang (Serpan) ini tak perduli ya,” kata Asep Senin (11/5/2020).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sambungnya, kerap terjadinya banjir di jalur proyek pembangunan tol Serang- Panimbang itu, ditengarai akibat terjadinya penyempitan dan pendangkalan saluran pembuangan air, yang mana posisinya melintasi area jalan raya Arif Rachman Hakim. Pasalnya, sebelum ada proyek tol, jalan Arief Rachman Hakim khususnya ruas Kandang Numpang ini jauh dari banjir.
“Kami ingatkan pada pihak pengembang proyek tol Serang- Panimbang ini, agar peduli dengan dampak proyek tol yang sangat merugikan kepentingan umum,” terangnya.
Hal senada dilontarkan Encup Suproni, sebagai Kepala Desa Pasar Keong, pihaknya membenarkan jika ruas jalan Arief Rachnan Hakim, tepatnya ruas kampung Kandang numpang, terutama saat hujan turun menjadi lokasi langganan banjir.
“Tidak heran, kalau hujan turun, ruas jalan itu ya pasti banjir, bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, jika debit air besar akibat hujan cukup lama, maka bukan hanya jalan, pemukiman sekitarpun turut terendam,” tukasnya.
Sementara itu Didik selaku Penanggung jawab proyek pembangunan tol Serang- Panimbang, hingga berita ini diturunkan belum dapat dimintai komentarnya, karena saat coba dihubungi selularnya dalam kondisi tidak aktif. (Yans).








