Penabanten.com, Pandeglang – Beredarnya pemberitaan di beberapa media sosial terkait dugaan ketua koprasi alam bahari Panimbang tidak transparan terhadap anggotanya sendiri kini terjawab.
Koprasi alam bahari Panimbang kabupaten Pandeglang- Banten yang sudah lama berdiri dan berjalan lancar,kata Didi Supardi (55) selaku ketua koprasi alam bahari.perintisan dari nol sampai berdirinya sebuah koprasi yang menggeluti di bidang usaha nelayan seperti Budi daya ikan kerapu dan pembuatan pakan ikan sendiri.sabtu 30/05/2020.
Pemberitaan yang beredar di beberapa media online yang menduga ketua koprasi alam bahari ke tidak transparanan terhadap anggotanya dan sekaligus menduga bahwa aset koprasi di gelapkan oleh ketua,ini jawaban krtua.
” Munculnya pemberitaan di beberapa media online yang semuanya menyudutkan saya seolah saya menggelapkan aset koprasi,saya tidak transparan kepada anggota dan sebagainya semua itu sah-sah aja selama itu ada Nara sumber namun semua yang di sangkakan ke saya semua itu tidak benar,kenapa saya kemaren tidak komentar terhadap wartawan yang konfirmasi ke saya karna saya sengaja membiarkan anggota saya biar puas menjelk-jelekan saya wong pada akhirnya nanti juga publik tau kebenaran saya” ungkap Didi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu juga Didi membantah adanya dugaan perahu yang di sewakan ke nelayan yang bentuknya menekan dengan harus bayar 900 ribu per nelayan itu semua omong kosong buktinya sampai detik ini belum menerima se peserpun.
Masih kata Didi ” mesin diesel yang dua unit juga itu bukan di gadaikan apalagi di jual itu hanya swakelola yang di kelola oleh haji Ojak yang nanti hasilnya bisa membantu pemasukan ke koprasi,mesin tersebut juga di gunakan oleh anggota kelompok yang nanti bisa menghasilkan dedek (limbah pabrik padi) yang nanti biasa di olah untuk membuat pakan ikan karena koprasi kami juga punya mesin pembuatan pakan ikan” jelasnya.
Selain itu juga ketua koprasi ini menganggap kenapa sampai berita ini muncul di beberapa media karena ini semua mis komunikasi atau boleh di bilang ada kecemburuan sosial anggota koprasi kepada ketua,namun ketua kelompok ini sangatlah bijaksana sekalipun anggotanya menduga ke tidak kooperatif an terhadapnya dia sangat memakluminya karna mungkin ada ke kurang fahaman terkait kinerja koprasi tersebut.
Ditempat yang sama H.Mulyono (45) selaku ketua BP (badan pengawas) di koprasi alam bahari sangat menyayangkan terhadap anggotanya yang memberikan stetmen kepada wartawan penabanten.com kenapa sebelumnya tidak musyawarah terlebih dahulu,katanya.
” Saya mewakili anggota yang saya anggap kemaren memberikan stetmen kepada rekan-rekan wartawan yang kurang sedap itu semua saya anggap hanya krsalah fahaman saja Karana pada kenyataanya itu semua yang muncul di berita online sepihak,setelah saya kumpulkan semua anggota koprasi alam bahari Alhamdulillah semua klir itu hanya kesalah fahaman saja dan anggota meminta maaf kepada ketua ” pungkasnya.
H.mulyono juga berharap ke semua elemen agar membatu kelancaran koprasi alam bahari agar terus bisa membantu menyejahterakan para nelayan khususnya.
(Ron/Red)








