Bekas Kandang Ayam Jadi Tempat Tinggal Nenek di Kota Serang

- Penulis

Jumat, 8 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.Com, Serang – Hidup sendiri, bertahun-tahun lamanya Nenek Sapiah (90), tinggal di bekas kandang ayam di Kampung Cidadap Pasir, RT 01 RW 03, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Banten.

Kamarnya berada dibelakang rumah milik Rohiyah (52). Ukuran kamarnya hanya 1,5 meter kali 1,5 meter. Karena sudah sepuh, pendengarannya pun kurang. Bahkan dia harus buang air besar dan kecil di tempat tidurnya.

Bahkan untuk merawat nenek Sapiah, seperti makan, minum, membersihkan tubuh sang nenek dan kotorannya, dilakukan oleh Rohiyah yang suaminya hanya seorang tukang ojek dengan penghasilan tak menentu setiap harinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangunan kamarnya hanya terbuat dari triplek tipis yang ditutupi spanduk bekas, alasnya hanya tanah. Atapnya pun hanya dari seng yang sudah bolong dan selalu bocor saat hujan turun.

Nenek Sapiah hidup sebatang kara. Saat masih mudanya, sang nenek kerap memijat untuk orang yang membutuhkan tenaganya.

“Enggak punya suami, enggak punya keluarga, saudara. Kasian enggak ada yang ngurus. Saya kasih makan minum seadanya. Suami saya ngojek,” kata Rohayah, ditemui dikediamannya, Kamis, (07/11/2019).

Hingga ahirnya keluhan Rohayah itu terdengar oleh pihak Koramil 0227/Cipocok, Kota Serang. Rohayah menceritakan kondisi Nenek Sapiah ke anggota Koramil yang datang melihat dan meminta dibuatkan kamar yang lebih layak.

“Alhamdulillah disini, dari Koramil, bapak ABRI datengin kesini, yang membangun ini dari Koramil. Kalaunbisa mah pengen dibantu sama pemerintah, ya terserah pemerintah lah (apa bantuannya),” jelasnya.

Pihak Koramil 0227/Cipocok membenarkan telah membangun kamar yang lebih layak dibandingkan kondisi sebelumnya.

Kapten CAJ (K) Ana Dahliana, selaku Danramil menjelaskan pihaknya saat itu tidak memiliki dana untuk membuatnya. Sehingga harus menggandeng dan mengajak toko material untuk bergotong royong membantu nenek Sapiah.

Danramil wanita satu-satunya di Banten ini menjelaskan kalau material bahan bangunan berupa semen, pasir, triplek, kayu hingga bajaringan di bantu oleh toko matrial. Kemudian yang membangun kamar nenek Sapiah dilakukan oleh prajuritnya.

Bahkan keramik sebagai alas kamar sang nenek, menggunakan sisa keramik yang ada di Koramil 0227/Cipocok.

“Saya minta anggota saya keliling ke toko matrial untuk minta bantuan. Malu memang, tapi bagaimana lagi. Anggap saja kita membantu orangtua kita sendiri. Biar yang maha kuasa yang membalas,” kata Kapten CAJ (K) Ana Dahliana, ditemui dikantornya, Kamis (07/11/2019).

Kapten Ana mengaku apa yang dilakukan prajuritnya untuk membuatkan rumah kayak hunu masih belum sempurna. Namun hanya itu yang bisa dilakukan olehnya untuk membantu sesama. Terlebih Nenek Sapiah sudah di anggaonya sebagai orangtuanya sendiri.

“Kita bangun ala kadarnya saja, setidaknya lebih layak dari sebelumnya. Luasnya kita tambah jadi 2,5 meter kali 1,75 meter. Karena lahannya terbatas. Kita bangun selama tiga hari,” jelasnya.

(Red)

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru