Penabanten.com, Sukadiri – Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintahan pusat melalui pemerintah daerah kabupaten dan kota hingga mampu menunjang ekonomi rakyat juga manfaat nya bisa betul-betul dirasakan rakyat, tapi kenyataannya yag ada hanyalah mimpi, bagaimana tidak, kebanyakan proyek infrastruktur tersebut menjadi ajak bisnis pencari keutungan pribadi oleh satu golongan.
Seperti halnya dengan Proyek betonisasi dikampung Jamblang RT.05/01 Desa Rawa Kidang Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang yang telah mendapatkan kritisan dari berbagai pihak, banyak yang menuding proses pengerjaan proyek tersebut mengurangi velume yang dari standar RAB yang sudah di tentukan. namun proyek tersebut belum juga dilakukan audit dari intansi terkait.
Proyek pelaksanaan kegiatan Pembangunan di Kecamatan Sukadiri yang di pihak ke tigakan melalui kegiatan Penunjukan Langsung atau pun Aspirasi Dewan itu di duga ada kongkolingkong dalam mengimplementasikan sebuah program atau kegiatan pembangunan di ruang lingkup kecamatan Sukadiri, yang sehingga menyebabkan pelaksanaan Kegiatan Pembangunan terkesan asal-asalan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada apa sebetulnya ?, dengan program kecamatan pada kegiatan pembangunan, seolah-olah program tersebut dijadikan momen simbiolis mutualisme atau bekerja sama untuk mendapatkan keuntungan bersama, yang sehingga terjadilah pengerjaan proyek ditingkat kecamatan yang terkesan asal jadi” Ungkap Udin salah satu aktivis di kabupaten Tangerang.
Lanjut udin mengatakan, pada saat pengerjaan pihaknya di lokasi melihat hamparan plastik yang tak layak di pakai, makadam ataupun agregat tidak merata terkesan asal ada, ,adukan coran terlihat encer, pemasangan bigisting hanya satu lembar yang lainnya bigisting menggunakan turab di kiri-kanan, dan yang ironisnya pengawasan Pihak kecamatan tak terlihat dilokasi pada saat pengerjaan betonisasi berlangsung.
“ini jelas adanya kongkolingkong demi mendapatkan keuntungan bersama pada sebuah program pembangunan di tingkat kecamatan sukadiri” Ujarnya
Udin berharap pihak BPK atau inspektorat kabupaten Tangerang Meninjau langsung kegiatan proyek tersebut, dan melakukan boring untuk laboratorium guna pengecekan kualitas proyek tersebut.
RED








