Adab Lebih Utama daripada Ilmu

- Penulis

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang – Generasi Z dan Alpha cenderung kehilangan adab dalam proses tumbuh kembangnya. Kondisi ini tentu saja  sangat memprihatinkan bagi kita, terlebih sebagai orang tua.

Keprihatinan tersebut dipaparkan oleh Firmansyah Maulana saat memberikan materi pada kegiatan Seminar Parenting yang dihelat Komunitas Sahabat Ibu dan Keluarga (Sakura), Ahad 27 September 2028, di Kampus 2 Institut Asy Syukriyyah Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Tangerang.

Untuk itu, Edukator dan Youth Mentor Counselor, tersebut  menegaskan pentingnya komunikasi timbal balik/dua arah antara orang tua yang ibtens.

“Sehingga anak-anak merasa diperhatikan dan dihargai keberadaannya oleh orang tuanya, ” ucap Firmansyah.

Pria yang juga seorang ustadz tersebut juga mengajak peserta parenting yang didominasi oleh ibu ibu itu, juga menjelaskan urgensi keteladanan para orang tua bagi putra putrinya.

“Anak-anak yang sejak kecil mendapatkan kasih sayang dan teladan dari orang tuanya akan tumbuh menjadi anak-anak yang baik, cerdas dan siap menghadapi masa depannya, ” tuturnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Hasanah Ubaidillah Nur Aziz yang mengusung tema “Cinta dan Komunikasi”, menyatakan, bahwa peran kedua orang tua (bapak ibu, red.), dalam mendidik anak-anaknya sangatlah diperlukan.

“Kita sebagai orang tua harus pandai-pandai mengatur waktu sebagai orang tua, sebagai istri, sebagai ibu atau bahkan mungkin pencari nafkah untuk membantu ekonomi keluarga, ” tandasnya.

Tantangan orang tua di era digital ini jauh lebih berat. Sebab, anak-anak rentan terpapar arus informasi.

“Jika kita, orang tua tidak pandai-pandai meng-up date diri dengan perkembangan zaman maka jangan sampai nanti anak anak kita salah pergaulan, ” pintanya.

Kasih sayang, cinta dan komunikasi adalah solusi jitu untuk mendampingi tumbuh kembang putra putrinya.

“Sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman untuk menyampaikan keluh kesanya tanpa harus menghakimi, ” ucap wanita alumni Al Azhar, Mesir itu.

Ustadzah Hasanah juga berpesan agar dalam mendidik anak anaknya disesuaikan dengan usianya. Misalnya, anak usia 0-7 tahun.

“Ajaklah bermain selama 7 tahun. Jadikan dia saudaramu dan berikan kebebasan penuh yang bertanggung jawab setelah usia 21 tahun,” tutupnya.”

Salah seorang peserta Seminar Parenting bertajuk “Bukan Sekedar Orang Tua, Jadilah Rumah Ternyaman Bagi Anak”, yang dihelat Sahabat Ibu dan Keluarga (Sakura), Melati Annisa, menuturkan, bahwa dirinya mendapatkan ilmu dan wawasan baru dalam kegiatan ini sebagai bekal dalam mendidik putrinya.

” Alhamdulillah, materinya bagus untuk bekal mendampingi anak di era digital ini.
Selain itu, pemateri juga komplit konselor dan praktisi/ibu rumah tangga sekaligus ustadzah, ” ungkap Melati.

Sebagai informasi,  SAKURA adalah salah satu komunitas parenting di Kota Tangerang yang concern dengan parenting dengan tag line _Sahabat Ibu & Keluarga_  mempunyai visi  “Menjadi sahabat ibu dan keluarga  dalam mengembangkaan potensi dan menciptakan ketangguhan keluarga untuk membangun peradaban bangsa” (Endah/Ran)

Berita Terakait

Minggu, 27 September 2026 - 21:19 WIB

Adab Lebih Utama daripada Ilmu

Berita Terabru

Kota Tangerang

Adab Lebih Utama daripada Ilmu

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:19 WIB