30 Tahun Tinggal Dirumah Tidak Layak Huni, Nenek Di Jayanti Butuh Perhatian Pemkab Tangerang.

- Penulis

Minggu, 29 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comTangerang, Sudah selayaknya usia senja merupakan waktu bagi seseorang untuk menikmati masa tuanya bersama keluarga. Namun, tidak dengan nenek Sukarmi (73) Tahun, Perempuan yang berusia lanjut ini diketahui tinggal seorang diri tanpa ada keluarga yang menemani. Dan rumah tempat tinggalnya sangat memprihatikan, jauh dari para tetangga, dan ditengah kebon. Minggu, (29/11/2020).

Bahkan, untuk makan sehari-hari nenek Sukarmi (73) hanya bergantung pada belas kasihan para tetangga sekitar.
Jauh dari kehangatan keluarga serta anak cucu, nenek Sukarmi (73) hanya hidup dengan cara sederhana. Bahkan, tidak jarang nenek berusia lebih dari setengah abad ini nampak melamun dalam kesepian dan kesendirian.

Menjalani takdir kehidupan seorang diri, Nenek Sukarmi (73) tahun, hidup sebatang kara di sebuah gubuk sederhana. Meski tinggal seorang diri, wanita lanjut usia di Kampung Cigereung RT.010 RW.003 , Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang ini tetap tegar menghadapi berbagai cobaan yang silih berganti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari mulai membersihkan rumah hingga pekerjaan rumah lainnya pun dikerjakan nenek Sukarmi (73) seorang diri. Padahal, wanita seusianya sudah selayaknya menikmati kehidupan dengan tenang dan damai.

Untuk urusan perut, nenek Sukarmi bahkan bergantung pada belas kasihan dari tetangga sekitar. Nampak satu dua warga sekitar yang tengah memberi sepiring makanan pada wanita paruh baya ini.

Tidak jarang, hawa dingin sering merasuki tubuh nenek tua ini di kala malam hari melalui sela-sela dinding yang sederhana. Bahkan, di beberapa sisi rumah nampak sudah tidak layak untuk dijadikan sebagai rumah bagi wanita usia lanjut ini.

Nenek Sukarmi pun mengungkapkan ketakutannya jika suatu saat rumah yang selama ini ia tinggali tersebut dapat roboh sewaktu-waktu lantaran termakan usia. Dan rapuh.

“ Ya, saya takut roboh, kalau musim hujan pasti ada angin, dan kalau hujan angin saya langsung keluar rumah dan ke masjid, karena takut roboh,” ungkapnya sambil menangis.

Untuk diketahui, Nenek Sukarmi (73) memiliki suami yaitu Abah Asep (78) tahun, suami nenek Sukarmi (73) sudah 20 tahun silam meninggal dunia, karena sakit yang dideritanya. Sedangkan, Anak Pertama Neneng (43) tidak pernah menjenguknya hampir 5 tahun lamanya, sedangkan anak keduanya yaitu Dede (38) merantau ke daerah Jawa timur sudah 18 tahun tidak ada kabar sampai dengan hari ini.

“Semoga saja kedua anak saya bisa peduli dan melihat kondisi saya saat ini, dan saya bisa bertemu kembali dengan kedua anak saya,” tutur nenek Sukarmi.

Tetangga Nenekk Sukarmi Juanda (37) membenarkan, kondisi yang sangat memprihatikan karena rumah yang tidak layak huni ditempati seorang diri oleh nenek tua yang seharusnya mendapatkan bantuan dari Pemerintah ataupun para dermawan.

“Betul, nenek Sukarmi tinggal seorang diri sejak ditinggal suaminya meninggal dunia 20 tahun yang lalu, kemudian memiliki 2 orang anak namun, anaknya pun kurang peduli dengan kondisi dan keadaan orang tuanya saat ini,” ungkapnya.

Perlu diketahui, nenek Sukarmi (73) kesehariannya keliling kampung mencari botol bekas minuman, dan dikumpulkannya untuk di jual, dan hasil dari penjual botol bekas untuk membeli beras, dan lauk pauk untuk di konsumsinya. Namun, kalau sedang tidak enak badan (sakit), nenek Sukarmi (73) hanya bisa mengandalkan belas kasihan para tetangganya.

Sementara itu, Kepala Desa Pabuaran Suhendi mengaku, pihak desa sudah sering mengusahakan untuk melakukan bedah rumah kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini pengajuan tersebut belum juga terealisasi.

“Kami sudah mengajukan bantuan bedah rumah, Namun hanya di kasih janji tahun depan. Karena angaran tahun ini fokus dialokasikan ke penanganan Covid-19,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Camat Jayanti Yandri Permana menjelaskan, Intinya, masih banyak sekali kebutuhan untuk bedah rumah, maka secara bertahap saya programkan bedah rumah melalui pagu kecamatan dan saya minta kepada kepala desa juga untuk mulai anggarankan di APBDes mulai tahun 2021, dan saya juga meminta kepada beberapa perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Jayanti agar menghibahkan dana CSR’nya untuk membangun rumah yang layak huni yang ada di sekitar Kecamatan Jayanti khusunya.

“Semoga tahun depan rumah yang tidak layak huni di kecamatan Jayanti bisa kita bangun secara bertahap, dan semuanya ini harus diajukan dengan proses sistem,” ujarnya.

Pantauan dilokasi wilayah Kecamatan Jayanti, Ternyata masih banyak masyarakat yang susah dan belum tersetuh bantuan dari pemerintah. Bahkan masih banyak masyarakat Kabupaten Tangerang, dengan hidup serba kekurangan dan kesulitan dan pemerintah hanya diam dan tidak ada respon untuk penangananya. Riska

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru