Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tekan Angka Kemiskinan

- Penulis

Senin, 15 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com,. Serang – Pelaksanaan Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang berjalan dengan baik, turut berperan dalam menekan meningkatnya angka kemiskinan. Hal itu diungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia Suhariyanto dalam telekonferensi Rilis Berita Resmi Statistik Profil Kemiskinan di Indonesia September 2020 (Senin, 15/2/2021). 

Dikatakan, meningkatnya angka kemiskinan masih di bawah simulasi berbagai pihak karena Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) berjalan dengan baik.

Pernyataan Bank Dunia, lanjut Suhariyanto, kalau Jaring Pengaman Sosial tidak berjalan dengan baik, kemiskinan di Indonesia bisa meningkat di atas 10 persen.

Dijelaskan oleh Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana, tingkat kemiskinan di Provinsi Banten selama periode Maret 2020 – September 2020 dipengaruhi oleh laju pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2020 sebesar -5,77 persen; Nilai Tukar Petani (NTP) September 2020 sebesar 101,97 lebih rendah dibanding Maret 2020 sebesar 106,01. NTP di atas 100 menunjukkan tingkat kesejahteraan petani lebih baik; Inflasi Pedesaan periode Maret 2020 -September 2020 sebesar 0,38 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi umum periode Maret 2020-September 2020 sebesar 0,30 persen; serta, Terjadi kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2020 sebesar 2,53 poin, dimana pada Agustus 2019 sebesar 8,11 persen meningkat menjadi 10,64 persen pada Agustus 2020.

Di Provinsi Banten, lanjutnya, pada pandemi Covid-19 kelompok masyarakat paling terdampak adalah penduduk perkotaan. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari karakteristik Provinsi Banten yang merupakan wilayah industri, dimana mayoritas industrinya tersebar di wilayah perkotaan seperti  Tangerang Raya.

Dipaparkan, angka kemiskinan Provinsi Banten hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan  September 2020 sebesar 6,63 persen. Pada September 2020 terjadi perubahan garis kemiskinan. Selama periode Maret 2020 -September 2020,  Garis Kemiskinan naik sebesar 1,38 persen. Dari Rp 508.091,- per kapita per  bulan pada Maret 2020 menjadi Rp 515.110,- per kapita per bulan pada September 2020. Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi    miskin atau tidak miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran  per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

Masih menurut Adhi, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2020 tercatat sebesar 0,361 naik dibanding Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,360. Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada   September 2020 masih sama seperti Maret 2020 yaitu sebesar 0,296. Pada September 2020, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 18,71 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

“Angka kemiskinan dan tingkat ketimpangan Provinsi Banten masih di bawah nasional,” pungkas Adhi.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam telekonferensi Forum Renja OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2021 (10/2) menyatakan penangan kemiskinan menjadi tugas dan amanah yang harus dilakukan.

Dikatakan, program bantuan sosial bagi keluarga terdampak Covid-19 di Provinsi Banten sebesar Rp. 600.000 per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang mencapai 421.177 kepala keluarga di Provinsi Banten. Program bantuan jaminan sosial lainnya juga ada melalui PKH (Program Keluarga Harapan).

Pemprov Banten mengalokasikan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp. 56,460 miliar pada APBD 2021. Sebagian dari bansos tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Antara lain untuk Jaring Pengamanan Sosial (JPS), pengamanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Muhtarom menyatakan angka kemiskinan dan gini ratio Provinsi Banten masih di bawah nasional.

“Untuk Nasional, Tingkat Kemiskinan 2020 sebesar 10,19% dan Gini Ratio sebesar 0,385. Sedangkan Banten, angka kemiskinan 2020 sebesar 6,63% dan Gini Ratio sebesar 0,365,” ungkapnya,” Artinya memang kondisi peningkatan kemiskinan tidak semata-mata dialami oleh Banten tapi juga oleh seluruh Provinsi di Indonesia, terlebih kondisi ketimpangan tidak menunjukkan peningkatan signifikan” lanjutnya.
“Meskipun demikian, seiring dengan telah mulainya program vaksinasi Covid-19, pada tahun 2021 diyakini tingkat kemiskinan akan kembali turun, seiring peningkatan mobilitas masyarakat, perekonomian akan berjalan optimal bila terjadi aktifitas dan mobilitas manusia yang menciptakan nilai tambah yang berdampak pada pengurangan tingkat kemiskinan dan juga pengangguran” tutupnya.

Berita Terakait

Bupati Tangerang Harap PPAT Bisa Dorong Peningkatan PAD
Tinjau Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka, Bupati Tangerang Targetkan 1,38 Kilometer Rampung Akhir 2026
Semarak HUT ke-81 RI Desa Gembong, Wabup Intan Ajak Warga Isi Kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong
Kepala Desa Cibugel Sudarwan, A.Md.Kes. Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Karnaval dan Pesta Rakyat
Bupati Tangerang Perintahkan Rumah Ibu Suemah Segera Dibangun Usai Rubuh Akibat Erosi
Putra Desa Cikuya Terpilih Jadi Paskibraka Kabupaten Serang, Kepala Desa: Teruslah Berjuang Demi Masa Depan
Hj. Nurbaeti, S.E., M.M. Sekcam Cisoka Hadiri Pengukuhan Paskibraka, Kesiapan Sambut Upacara HUT RI ke-81 Terjamin
Paving Blok di Desa Tegalsari Jangan Main-Main, Ini Sanksi Tegas Denda 100 juta dan Kurungan penjara,

Berita Terakait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Bupati Tangerang Harap PPAT Bisa Dorong Peningkatan PAD

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Tinjau Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka, Bupati Tangerang Targetkan 1,38 Kilometer Rampung Akhir 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Semarak HUT ke-81 RI Desa Gembong, Wabup Intan Ajak Warga Isi Kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Kepala Desa Cibugel Sudarwan, A.Md.Kes. Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Karnaval dan Pesta Rakyat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Bupati Tangerang Perintahkan Rumah Ibu Suemah Segera Dibangun Usai Rubuh Akibat Erosi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Putra Desa Cikuya Terpilih Jadi Paskibraka Kabupaten Serang, Kepala Desa: Teruslah Berjuang Demi Masa Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Hj. Nurbaeti, S.E., M.M. Sekcam Cisoka Hadiri Pengukuhan Paskibraka, Kesiapan Sambut Upacara HUT RI ke-81 Terjamin

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Paving Blok di Desa Tegalsari Jangan Main-Main, Ini Sanksi Tegas Denda 100 juta dan Kurungan penjara,

Berita Terabru