Pemkab Serang Tegaskan 8 Pulau di Teluk Banten Miliknya, Tolak Rencana Kota Serang

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Kab. Serang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang secara tegas menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk mengambil alih delapan pulau di Teluk Banten. Pemkab Serang menegaskan bahwa pulau-pulau tersebut adalah bagian sah dari wilayah Kabupaten Serang.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Lalu Farhan Nugraha, menjelaskan pihaknya memiliki tiga alasan kuat, yaitu yuridis, historis, dan administratif. Penjelasan Farhan ini menanggapi langkah Wali Kota Serang Budi Rustandi yang sebelumnya berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memasukkan delapan pulau tersebut ke wilayah Kota Serang.

Budi Rustandi beralasan, secara historis dan geografis, pulau-pulau itu seharusnya masuk wilayah Kota Serang dan berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD). Kedelapan pulau yang dimaksud adalah Pulau Lima, Pulau Kubur, Pulau Pisang, Pulau Pamujan Besar, Pulau Pamujan Kecil, Pulau Panjang, Pulau Semut, dan Pulau Tunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Farhan, landasan yuridis sangat jelas. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 2014 tentang Batas Daerah secara tegas menyebutkan batas utara Kota Serang adalah Teluk Banten, dan delapan pulau tersebut berada di wilayah Kabupaten Serang.

Secara historis, Farhan menjelaskan bahwa Kabupaten Serang telah mengelola pulau-pulau tersebut jauh sebelum Kota Serang terbentuk. Begitu juga secara administratif, Pemkab Serang aktif mengurus wilayah itu. Ia menambahkan, kedekatan geografis dengan Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tidak bisa menjadi dasar pemindahan wilayah.

Farhan menyatakan baru mengetahui rencana Pemkot Serang ini dari pemberitaan media. Ia menyayangkan wacana seperti ini dibawa ke publik tanpa melalui kajian yang matang terlebih dahulu.
“Sah saja Pemkot Serang berkonsultasi ke Kemendagri, mungkin ingin melihat potensi daerahnya. Tapi kami juga punya alasan kuat untuk mempertahankannya,” pungkas Farhan.

Berita Terkait

Camat Ciruas: Usulan Rehabilitasi Rumah Sri Rahayu Sudah Diajukan ke Dinas Perkim Kab. Serang
Tiga Hari Rumah Roboh Diterjang Angin Kencang, Warga Ciruas Kecewa Tak Ada Perhatian dari Pemerintah
Kades Ranjeng Apresiasi Kehadiran Bupati Serang dan Kepedulian Semua Pihak Terhadap Musibah Banjir BCP 2
Kabupaten Serang Lokus Awal Gerakan Donor Darah Program Kemendes PDT
Soroti Tata Kelola RSDP, Massa Koalisi Badak Bersatu Geruduk Kantor Pemkab Serang
Tinjau Longsor di Padarincang, Wabup Najib Hamas Pastikan Penanganan Dilakukan dengan Cepat_
8 Tahun Bungkam dalam Derita, Ibu Muda di Serang Laporkan Suami Atas Dugaan KDRT dan Kecanduan Judi Online
Dua Rumah Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem di Serang, 14 Jiwa Mengungsi dan 5 Korban Luka

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 07:16 WIB

Camat Ciruas: Usulan Rehabilitasi Rumah Sri Rahayu Sudah Diajukan ke Dinas Perkim Kab. Serang

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:11 WIB

Tiga Hari Rumah Roboh Diterjang Angin Kencang, Warga Ciruas Kecewa Tak Ada Perhatian dari Pemerintah

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kades Ranjeng Apresiasi Kehadiran Bupati Serang dan Kepedulian Semua Pihak Terhadap Musibah Banjir BCP 2

Senin, 12 Januari 2026 - 13:10 WIB

Kabupaten Serang Lokus Awal Gerakan Donor Darah Program Kemendes PDT

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:01 WIB

Soroti Tata Kelola RSDP, Massa Koalisi Badak Bersatu Geruduk Kantor Pemkab Serang

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:10 WIB

Tinjau Longsor di Padarincang, Wabup Najib Hamas Pastikan Penanganan Dilakukan dengan Cepat_

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:28 WIB

8 Tahun Bungkam dalam Derita, Ibu Muda di Serang Laporkan Suami Atas Dugaan KDRT dan Kecanduan Judi Online

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:39 WIB

Dua Rumah Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem di Serang, 14 Jiwa Mengungsi dan 5 Korban Luka

Berita Terbaru