Penabanten.com, Kab. Tangerang – Menanggapi pemberitaan yang viral di media sosial mengenai wartawan berinisial EJN yang mengaku hampir dikeroyok di depan kantor Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Kepala Desa Carenang Eris Rishariyadi SE memberikan klarifikasi.
Eris menegaskan bahwa berita yang menyebut adanya intimidasi dan pengeroyokan oleh staf desa, RT, dan preman tersebut tidak benar adanya.
Menurut Eris, kejadian pada Kamis (13/11/2025) itu bermula ketika wartawan EJN datang untuk konfirmasi mengenai Anggaran Dana Desa (ADD). Saat itu, kondisi di kantor desa sedang ramai oleh staf dan masyarakat yang melakukan kerja bakti untuk persiapan acara MTQ tingkat Kecamatan Cisoka.
“Bukan pengeroyokan, akan tetapi kami mengajak EJN masuk ke dalam dan bicara secara baik-baik di dalam kantor desa,” jelas Eris Rishariyadi. “Para pegawai desa dan masyarakat merasa tidak ingin ada keributan di depan kantor desa yang saat itu sedang ada persiapan acara.”
Eris menambahkan bahwa tidak ada kontak fisik sama sekali dalam kejadian tersebut. “Hanya ada sedikit miskomunikasi. Yang beredar di medsos sebenarnya bukan seperti itu,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Klarifikasi Terkait Pemblokiran Nomor
Menanggapi isu pemblokiran nomor telepon wartawan EJN, Eris membenarkan tindakan tersebut. Namun, ia membantah pemblokiran itu didasari unsur lain.
“Memang betul saya memblokir, tapi bukan berarti ada unsur lain. Saya lebih membatasi komunikasi karena merasa risih. Kadang beliau menelepon saya di luar jam kerja. Ada bukti jam dua belas malam, kadang pagi-pagi sekali sudah menelepon,” ungkap Eris.
Eris juga menyatakan bahwa ia sudah pernah bertemu dan memberikan klarifikasi kepada yang bersangkutan terkait isu-isu yang diberitakan, termasuk soal transparansi anggaran.
“Saya sudah konfirmasi dengan beliau terkait anggaran dana desa yang katanya belum terpasang, padahal sudah saya pasang. Sudah duduk bersama, tapi kenapa dia masih memberitakan yang secara tidak langsung menjelekkan nama baik desa,” tambahnya.
Penjelasan Mengenai Kehadiran di
Terkait tudingan dirinya jarang berada di kantor, Eris Rishariyadi menjelaskan bahwa dirinya sempat sakit selama beberapa minggu ke belakang. Selain itu, ia menjelaskan bahwa tugas seorang kepala desa tidak hanya di dalam kantor.
“Perlu kita tahu, tugas Kepala Desa itu 70% urusan di luar dengan masyarakat, 30% di kantor. Minggu kemarin jadwal sangat padat dan saya transparan kalau sedang rapat,” jelasnya.
Ia mencontohkan, “Ketika ada rapat jam 8 di Tangerang, saya harus ke tempat rapat, tidak mungkin ke desa dulu yang bukanya juga jam 8.”
Eris berharap semua pihak tidak langsung menilai sepihak dan melihat permasalahan secara utuh. Ia pun mempersilakan jika ada pihak yang ingin menempuh jalur hukum.
“Jika ada pelaporan silakan saja, biar nanti ranah hukum yang berbicara. Kapanpun saya siap dipanggil terkait konfirmasi kejadian kemarin, karena berita sesungguhnya bukan seperti itu. Kita bisa duduk bersama, kami juga ada data,” tutupnya.







