Bupati Tangerang Panen Melon Hidroponik Terpadu di Curug Wetan

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com – Tangerang, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan panen melon hidroponik terpadu dalam rangka launching Sentra Melon Hidroponik Terpadu “Melenial Hydrofarm” di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kamis (29/1/26).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang mengapresiasi inisiatif warga, khususnya Ade Putra, yang berhasil mengembangkan budidaya melon hidroponik secara mandiri hingga memasuki masa panen hanya dalam waktu dua bulan.

“Alhamdulillah pagi ini saya bersama jajaran hadir di Desa Curug Wetan untuk melaksanakan panen melon hidroponik. Ini diprakarsai dan ditanam langsung oleh Pak Ade Putra beserta rekan-rekannya. Beliau ini aktivis, tapi mau turun langsung ke lapangan bertani, dan ternyata berhasil,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan, dari sekitar 130 pohon melon yang dipanen, dengan harga pasar berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram, usaha tersebut mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah hanya dalam satu kali panen.

“Kalau ini dikembangkan dan diperluas, ditanam lebih banyak lagi, saya yakin bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu saya sudah minta Pak Camat Curug agar desa-desa di wilayah Curug memanfaatkan lahan tidak produktif, baik tanah kas desa maupun lahan kosong milik warga, untuk ditanami melon hidroponik,” tegasnya.

Menurut Bupati, selain bernilai ekonomi, budidaya melon hidroponik juga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat karena menghasilkan buah yang kaya vitamin.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kesehatan. Buah-buahan seperti melon mengandung vitamin C. Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi masyarakat Desa Curug Wetan, ada aktivitas usaha, ada kepastian pendapatan, dan tentu bisa mengurangi pengangguran,” tambahnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung penuh pengembangan pertanian modern di berbagai wilayah. Sentra Melon Hidroponik Terpadu “Melenial Hydrofarm” ini menjadi bukti nyata pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan, sekaligus mendorong industri pertanian masa depan di Kabupaten Tangerang.

“Di Kabupaten Tangerang kita sudah panen jagung pulut di Sukamulya dan Sindang Jaya, panen semangka di Mauk, panen cabai di Legok. Semua difasilitasi oleh Dinas Pertanian untuk kepentingan ketahanan pangan masyarakat. Kalau ketahanan pangan kuat, insyaAllah masyarakat sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Pihaknya berharap desa-desa lain di Kecamatan Curug, juga dapat mulai mengembangkan pertanian produktif berbasis teknologi dengan dukungan awal dari pemerintah daerah. Semakin banyak sentra-sentra pertanian produktif, semakin beragam pula jenis dan manfaatnya yang dapat diperoleh masyarakat

“Bibit dan benih akan difasilitasi Pemda. Setelah berhasil, hasilnya diputar kembali secara mandiri. Ini yang kita harapkan, masyarakat berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya. ( purwanti)

(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

Berita Terakait

Siswa Man 1 Tigaraksa, Ihda Mawaddatussyajalah Maju Sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang
Pemkab Tangerang Sambut Kolaborasi Tunas Pengusaha Muda dan Bappeda, Resmikan Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi
Siapkan Tenaga Kerja Berkualitas, PT Trend and Fashion Dukung Polda Banten Program  Pelatihan Gyokai Indonesia
Pasca Polemik Pagar Laut, Koalisi Lembaga Anti Korupsi Desak KPK Periksa BPN dan Pemkab Tangerang
Letakan Batu Pertama, Bupati Tangerang: Museum Raden Aria Wangsakara Jadi Rumah Sejarah dan Pendidikan Generasi Muda
Warga Bayar PBB Tiap Tahun, Data Tanah Belum Jelas: Komisi I Sorot Kekacauan Data Wilayah: Husus PTSL Gembong dan Sukabakti
Hampir 20 Tahun Rusak Parah dan Kerap Dihantam Banjir, Warga Kampung Cipari Cisoka Tagih Janji Pemkab Tangerang
Proyek Hutan Bambu Cisoka  Anggaran Rp1,8 Miliar Disorot Squed : Baru Berupa Pemadatan Lahan, RDP Minta Kejelasan Audit

Berita Terakait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:30 WIB

Siswa Man 1 Tigaraksa, Ihda Mawaddatussyajalah Maju Sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang

Selasa, 29 September 2026 - 14:39 WIB

Pemkab Tangerang Sambut Kolaborasi Tunas Pengusaha Muda dan Bappeda, Resmikan Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi

Kamis, 24 September 2026 - 11:10 WIB

Siapkan Tenaga Kerja Berkualitas, PT Trend and Fashion Dukung Polda Banten Program  Pelatihan Gyokai Indonesia

Minggu, 20 September 2026 - 07:10 WIB

Pasca Polemik Pagar Laut, Koalisi Lembaga Anti Korupsi Desak KPK Periksa BPN dan Pemkab Tangerang

Sabtu, 12 September 2026 - 01:16 WIB

Letakan Batu Pertama, Bupati Tangerang: Museum Raden Aria Wangsakara Jadi Rumah Sejarah dan Pendidikan Generasi Muda

Rabu, 9 September 2026 - 21:26 WIB

Warga Bayar PBB Tiap Tahun, Data Tanah Belum Jelas: Komisi I Sorot Kekacauan Data Wilayah: Husus PTSL Gembong dan Sukabakti

Jumat, 4 September 2026 - 19:01 WIB

Hampir 20 Tahun Rusak Parah dan Kerap Dihantam Banjir, Warga Kampung Cipari Cisoka Tagih Janji Pemkab Tangerang

Rabu, 2 September 2026 - 22:12 WIB

Proyek Hutan Bambu Cisoka  Anggaran Rp1,8 Miliar Disorot Squed : Baru Berupa Pemadatan Lahan, RDP Minta Kejelasan Audit

Berita Terabru